Unras Damai DPP HBB, Lamsiang Sitompul.SH.MH ” Minta Kapolda dan Kapolri bertindak Adil Kasus dugaan Kriminalisasi atas Akp.( Purn) Longser Sihombing.SH,,

140

Potret Indonesia News.com Medan .(17/11/2021).

Sebagai ORMAS yang berfungsi  menjadi alat sosial control masyarakat dan hukum ,Horas Bangso Batak (HBB) dalam Aksi Unrasnya di depan Mapoldasu Rabu (17/11). meminta Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak Sik  menerapkan Program Kapolri yakni  PRESISI (Program Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan ) terhadap dugaan kasus kriminalisasi BAP yang dialami mantan Perwira pertama berpangkat AKP yakni Longser Sihombing SH.

Sikap pernyataan tegas itu disampaikan Ketua Umum HBB, Lamsiang Sitompul SH.MH usai menggelar Aksi Unras Damai didepan Mapoldasu  terkait adanya dugaan kasus kriminalisasi BAP  yang dialami oleh Mantan Kapolsek di Jajaran Polsek Pakpak Bharat  bernama ; AKP (Purn )  Longser Sihombing SH di depan pintu Mapolda Sumut, Rabu, (17/11) sekitar pukul 10.00 wib dihadapan jajaran pengurus dan angvota HBB.

Dimana dugaan kasus kriminalisasi yang dialami Akp.(Purn) Longser Sihombing SH tejadi saat korban  menjabat sebagai Kapolsek kec. Sukarame di Polres Pakpak Bharat pada 2016 sekitar 5 tahun yang lalu terkesan terjadi penjembakan dalam modus jebakan suap atas dirinya sesuai dengan keterangan Longser sihombing dalam video kepada awak media yang meliput kesaksian penangkapan yang dialaminya di tahun 2016.
“Kita meminta Program Presisi Kapolri, Jendral Listyo Sigit  diterapkan dengan benar  oleh Kapolda Sumut. Karena, diduga dalam kasus ini, Polisi berhasil memperdaya pihak jaksa dan hakim.” Terang Lamsiang .
Dugaan keberhasilan  Polisi memperdaya  itu tampak dalam ‘menyulap’ Berita Acara Penyidikan (BAP) AKP Longser Sihombing dari kasus pemerasan menjadi suap,” Ujar KETUM HBB ini dengan tegasnya.
Dipaparkan  Lamsiang, bahwa pada waktu penyidikan ” yang diduga mengubah materi perkara yang dilakukan Polisi cukup 6 hari saja, terhitung mulai 22 hingga 28 Desember 2016. guna memberatkan pihak sikorban ( longser sihombing).
Dari data yang diketahui bahwa sejak Mantan Kapolsek di jajaran Polres Pakpak bharat  itu diamankan oleh sejumlah personel Propam Polda Sumut pada (5 /9/2016)  silam, di sekitar Jalan Kapten Sumarsono tepatnya di Door Smeer Global, Kecamatan Medan Helvetia, hingga masa penahanannya memasuki batas akhir (120 hari) berkas perkaranya dalam kasus tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam pasal 368 KUHPidana tak kunjung diterima Jaksa (P-19).
“Polisi kemudian ‘menyihir’ Jaksa agar berkas perkaranya diterima sebelum masa penahanan Pama Polri ini berakhir. ‘Sihir’ itu pun benar-benar berhasil mengelabui Jaksa dan Hakim dengan mengubah BAP kasus pemerasan menjadi Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Republik Indonesia Nomor: 31 Tahun 1999,” Ungkapnya.
Diperjelas lamsiang  babwa  teknik ‘sihir’ itu, dapat teruji di kala kasus tersebut melaju hingga ke meja hijau, (direktori Mahkamah Agung) tanpa hambatan hingga kasus Longser sihombing berlanjut JPU.
“Akhirnya ,hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang diketuai Sontan M. Sinaga SH beserta Hakim anggota Merry Purba dan Nazar E telah  menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun dengan  denda senilai Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1bulan,” Paparnya.
Dan sambil mengucapkan pepatah lama hal kisah sepandai-pandainya tupai melompat suatu waktu pasti akan jatuh juga, dimana “Sekuat-kuatnya sihir Polisi dalam mengelabui jaksa dan hakim pasti ada memiliki kelemahan,” Ungkap Lamsiang sambil tersenyum .
Terbukti adanya kelalaian itu sebut Lamsiang, yang  tercantum dalam putusan ( PN ) Pengadilan Negeri Medan, Nomor: 01/Pid.Sus.TPK/2017/PN.Mdn. yang selayaknya menjadi bahan bukti dugaan Kelemahan hukum.
“Diketahui pada putusan itu, majelis hakim ternyata memerintahkan jaksa untuk mengembalikan barang bukti berupa 1 buah tas ransel warna hitam dengan tulisan ‘Jack Daniels Country Cock Tails Mr. BLACK’  dan Uang tunai sebesar Rp.200 Jt dengan rincian uang pecahan Rp.100 ribu sebanyak Rp.188 juta dan uang pecahan Rp.50 ribu sebanyak Rp.12 juta.
Juga terdapat  1 lembar kertas merah bertuliskan biaya penyelesaian Perkara kepada penyidik Kepolisian untuk pengembangan penyidikan,” Tutur  Lamsiang secara terperinci.
Sayangnya Ujar Ketum HBB ini , perintah wakil Tuhan itu tidak dilaksanakan oleh Polisi dan Jaksa. Bahkan, perkara ini pun seolah olah Lenyap  hilang ditelan bumi sebut Lamsiang sambil tersenyum tipis.
“Lebih heran lagi bahwa dalam putusan tersebut, Longser Sihombing dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima suap dari saudara Triono Herlambang selaku Site Manager PT Karya Sakti Sejahtera ,untuk menghentikan SP-3 kan perkara penyelundupan 2.000 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi yang menjadi bahan kasus saat itu.
Padahal, bila dianalogikan secara prosedur  hukum positif dengan hukum fisika adalah rumus yang tidak bisa dibantah, aksi sama dengan reaksi. jika ada yang menerima berati ada yang memberi, ada yang disuap juga ada yang menyuap. dimana sipemberi dan penerima suap hukumnya sama di muka hukum tetapi sampai saat ini terbukti penerima sudah menjalani hukuman namun pelaku pemberi sama sekali belum diperiksa oleh penyiidk .,” Tutur Lamsiang dengan terperinci.
Pada wawancara berikutnya lamsiang jelaskan  hal keterangan dengan putusan PN Medan, dimana Kapolres Dairi saat itu dijabat oleh Akbp. Jansen Sitohang ternyata diduga  terseret dalam perkara ini.
“Dimana sesuai dengan alat bukti yang disita penyidik Polri, terdapat coretan atau koreksi besaran angka yang diminta Akp. Longser Sihombing dari Triono Herlambang yakni dari Rp300 juta menjadi Rp200 juta. Namun, hingga kini penyidik Kepolisian tidak kunjung memerkisa Akbp. Jansen Sitohang, baik sebagai saksi apalagi jadi tersangka guna penyelesaian kasus yang sudah berlangsung hampir 5 tahun ini.
Terungkap di  fakta persidangan AkbpJansen Sitohang sepatutnya  dimintai keterangan tentang peranannya dalam kasus itu. Sebab, besaran angka yang diminta bersumber dari Perwira Menengah Polri itu,” Ungkap Lamsiang kembali.
Maka pada kesempatan ini ucap Lamsiang selaku Ketum HBB dimana  pihaknya meminta Kapolda dan Kapolri untuk menuntaskan kasus ini hingga semua yang terlibat didalamnyab dapat diseret ke pengadilan guna kepentingan penerapan keadilan dalam hukum bahwa semua orang sama dimata hukum
Aksi Unras damai HBB yang berlangsung lebih dari 20 menit ini sebelumnya telah lebih dulu berkordinasi ke pihak Intelkam Poldasu sebelum mengadakan Unras pada rabu (16/11).
Diakhir Aksi Unras Ketum HBB dan beberapa pengurus Inti diterima Dir Intelkam diruangannya guna berkonsolidasi dengan baik dimana Pak Dir Intelkam akan membentuk Tim Investigasi terkait tujuan Aksi Unras HBB hari ini yang mengharapkan kasus kriminalisasi terhadap Akp.( Purn) Longser Sihombing SH dapat dituntaskan dengan baik dan mendapatkan keadilan hukum.
“Kami dari pihak HBB menunjukkan rasa simpati.kami akan apa yang dialami warga bangso batak saudara Longser Sihombing atas kasus kriminalisasi yang dialaminya” Tegas Ketum HBB dihadapan anggotanya.
Lanjut Lamsiang kembali
” Dengan ini kami mengharapkan  pihak Kapoldasu dan Kapolri untuk berlaku Adil seadil-adilnya dalam menyingkapi kasus ini dimana Longser Sihombing juga pernah berdinas menjadi bagian dari Institusi Polri tolonglah disingkapkan segala yang terselubung atas kasus ini oleh Para Pimpinan Polri guna menjaga marwah dari Program PRESISI.” Pungkas Lamsiang sambil berharap dan mengakhiri keterangannya.
Sementara itu, Longser Sihombing sendiri mengharapkan keadilan yang seadilnya atas kasus ini ” saya meminta pihak Polri berlaku adil dan tangkap orang-orang yang terlibat pada kasus kriminalisasi hukum yang pernah terjadi pada saya di tahun 2016 silam saat itu saya menjabat sebagai Kapolsek di Jajaran Polres Dairi dengan Kapolresnya saat itu Akbp.Jansen Sitohang ” Ungkap Longser Sihombing mengakhiri keterangannya sambil berharap keadilan dalam Hukum. “
Segala keterangan kasus dan penjelasan diatas diwawancarai dalam rekaman video atas keterangan keterangan Lamsiang dan Longser Sihombing .( ds / Tim)