“Team Pegasus Ranmor Polrestabes Unkap 3 pelaku Begal Di Benteng Hilir Tembung,seorang pelaku Tewas karena melawan Petugas ,dua TSK DPO”

196

Potret Indonesia news.com.PI-NEWS Polrestabes Medan (29/7/19).

Team Pegasus Ranmor Polrestabes meringkus Seorang dari tiga orang pelaku pembegalan di Jalan Benteng Hilir Bandar Kalipa Kecamatan Percut Sei Tuan
dimana satu orang pelaku tewas diterjang tinah penah Pegasus Polrestabes Medan karena berusaha melawan pada saat melakukan pengembangan kasus pada Kamis ( 25/7/2019 ) Jam 06:00 WIB.

Kronologis kejadian bermula pada saat korban yang merupakan ibu rumah tangga Yang mempunyai usaha di Pusat Pasar Medan bersama karyawanya melintas di Jalan Benteng Hilir dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario BK 5643 AGN,

Namun secara tiba-tiba dari arah belakang muncul tiga orang pria yang menaiki satu sepeda motor langsung menyenggol sepeda motor yang dikemudikan korban hingga terjatuh dari sepeda motornya, ketika jatuh salah seorang dari pelaku menodongkan pisau pada korban sambil berkata “turun kau” merasa takut akhirnya korbanpun turun dari sepeda motornya dan tak mampu melawan .

Dengan penuh harap korban pencurian dengan kekerasan akhirnya didampingi suaminya membuat laporan resmi ke Polsek Percut Sei Tuan, berdasarkan LP/1975/K/VII/2019/SPKT PERCUT Sei Tuan
atas nama korban Patimahsari .

“Berdasarkan Laporan tersebut tim Pegasus Polrestabes Medan melakukan penyelidikan hingga akhirnya pada hari Sabtu (27/7/19) unit ranmor Satreskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Iptu Made Yoga Mahendra,SIK bersama dengan tim Pegasus Polrestabes Medan mendapat informasi keberadaan salah seorang pelaku atas nama M.Irfan Fahri alias Pepeng (30) warga pasar 7 Tembung jalan .Makmur Dusun Kenanga no 109 Sambi Rejo Timur, sedang berada di Jalan Laksana, lalu petugas mendatangi lokasi dan berhasil menangkap pelaku..”ungkap Deli-I ini.

Dilanjutkan lagi “Dilokasi penangkapan Pepengpun digeledah dan dari dompetnya ditemukan beberapa ktp milik orang lain yang telah menjadi korban curasnya sipepeng, selain itu petugas juga menemukan satu tas sandang milik pelaku berisi berbagai alat untuk melakukan pencurian kendaran bermotor,” Jelas Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto.Sik saat press release di gedung Satreskrim Polrestabes Medan yang didampingi Kasat reskrimnya AKBP Putu Yudha Prawira dan kanit ranmor Polrestabes Medan Iptu Made Yoga Mahendra.Sik (29/7).

Selanjutnya pelaku di intrograsi dan ia mengakui perbuatannya telah beraksi dibeberapa titik di kota Medan, selanjutnya oleh petugas tersangka diminta menunjukan barang bukti hasil kejahatan lainya.

“ketika petugas melakukan pengembangan kasus guna mencari barang bukti,pelaku mencoba kabur dengan melawan petugas dan sangat membahayakan keselamatan petugas hingga akhirnya Polisi dengan tegas dan terukur memberikan tembakan peringatan namun pelaku melawan akhirnya petugas menembak tersangka pada dada depannya, selanjutnya petugas mencoba menolong tersangka dengan membawanya ke Rumah sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis, namun belum sempat mendapat pertolongan medis, nyawa tersangka tak dapat diselamatkan lagi, sementara kedua teman pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan saya himbau kepada kedua pelaku agar secepatnya menyerahkan diri,” terang dan himbauan Kombes Pol Dadang Hartanto.Sik.

Pasa saat pengungkapan kasus ini polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Vario BK 5643 AGN yang saat usai paparan kasus, sepeda motor tersebut langsung diserah- terimakan pada pemiliknya , 1 pisau, 2 kunci L, 1 kunci letter T, 1 pasang sepatu, 1 besi berujung runcing dan 1 pcs baju pelaku yang digunakan saat melakukan aksinya.

ditempat terpisah ketika diwawancarai awak media korban Patimahsari yang didampingi suaminya menyatakan rasa terima kasihnya pada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto.Sik atas terungkapnya kasus Begal Ranmor ini.

“Saat itu aku sama karyawanku, naek Vario mau ke pusat pasar untuk berjualan, nanun saat dibenteng hilir kami dipepet para pelaku yang naik kereta bonceng tiga, kami jatuh, trus ditodong lalu kreta kami dilarikan, di jok kreta ada uang sebesar Rp. 25.000,000,- ( dua puluh lima juta rupiah ), 3 Hp Samsung, Atm dan beberapa surat penting lainya, total kerugian ditaksir mencapai Rp.48.000,000,-( empat puluh lapan juta rupiah ), dengan ditangkapnya pelaku dan ditembak polisi.

“saya mendukung kepolisian untuk memberikan tindakan tegas terukur pada para pelaku pencurian di kota Medan, dan saya bersyukur dan berterima kasih pada bapak Kapolrestabes Medan, karena sepeda motor kami bisa kembali lagi,” Ungkap wanita pedagang di pusat pasar ini. (Red).
Ket photo : Kapolrestabes Medan didampingi kasat Reskrim dan Kanit Ranmor dihadapan awak media.