Sunan (45) ,Babak Belur di Aniaya ,karena tegur pengedara Sepmot Penabrak pejalan kaki

124

Potret Indonesia news.com Percut sei tuan (01/06/2020).

Makin panas darah manusia diera dampak Covid-19 saat ini dimana hanya karena menegur seorang pengendara sepeda motor yang terlihatnya menyerempet seorang pejalan kaki korbanpun Babak belur dianiaya disekitar lokasi bekerjanya sebagai Jukir yang mana Jukir naas bernama : Sunan Pakpahan (45) harus bersimbah darah dan nyaris Tertikam oleh seorang pengendara sepeda motor dan menabrak pejalan kaki di sekitaran Jalan Pukat VIII Gang Asmad, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung Senin (01/06/20) malam.

Saat disamperin oleh wartawan Sunan (korban) menceritakan peristiwa naasnya yang terjadi saat dirinya mendatangi Polsek Percut Sei Tuan. Dimana korban menceritakan, kisah sedih penganiayaan yang dialamnya terjadi sekira pukul 19.00 Wib.tadi malam saat bekerja mengatur jalur parkirannya.

Ceritanya malam itu seperti biasa dirinya sedang bekerja sebagai juru parkir dilokasi kejadian Tiba-tiba ia melihat seorang pejalan kaki terserempet sepedamotor. Seketika korban meneriaki pengendara sepeda motor penabrak pejalan kaki itu agar berhenti namun Aniayalah yang dialaminya dari Sipengedara.

Saat mendengar teriakkan korban, yang menyuruh pengendara berhenti. Kembali disitu korban menegur pengendara sepeda motor karena sudah menabrak pejalan kaki dan kenapa maen lari aja tanpa tanggung jawab.

“Kau sudah kau langgar orang main pigi aja. Kau tengok dulu orang yang kau langgar itu,”Ucap korban kepada wartawan dikantor polisi.

Bukannya sadar sudah buat kesalahan malah mendengar celotehan korban,si pengendara sepedamotor itu Muncul darah panasnya. Dengan saling luapkan rasa emosi keduanya terlibat cekcok mulut hingga berujung perkelahian. Perkelahian yang tak seimbang, akhirnya sikorban itu babak belur dianiaya bahkan nyaris ditikam dengan sebilah pisau oleh Sipengedara Lalim itu.

Dilokasi kejadian beberapa Warga melihat kondisi korban berdarah-darah hingga tampak babak belur pada wajahnya, lalu melerai perkelahian itu. Lantas warga mengamankan pengendara sepedamotor itu berikut senjata tajam (pisau) milik Sipengedara.

Ketika diamankan warga ,pengendara sepedamotor yang mengaku bernama Wira, disarankan warga agar mengobati luka-luka yang dialami korban. Namun Wira (pelaku) justru menantang warga agar tidak ikut campur dalam persoalannya kepada Jukir malang itu.

Mendengar perkataan sipelaku, akhirnya warga dongkol dan menyarankan korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Sekalian didampingi warga, kemudian korban dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan untuk membuat laporannya. Sementara pelaku sudah diamankan warga tak jauh dari lokasi kejadian.

“Sudah kami sarankan sama pelaku itu agar korban dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Tapi pelaku justru menantang warga dan dengan sombongnya pelaku menyuruh korban untuk membuat pengaduan ke kantor polisi,”Ujar salah satu warga yang identitasnya tak ingin disebutkan saat mendampingi korban di kantor polisi.

Sampai berita ini dikirim ke redaksi PI-NEWS.COM , korban sedang melakukan visum ke RS Haji Medan, usai mendapatkan surat pengantar visum dari petugas SPKT, guna melengkapi laporan pengaduannya.
(Red).
Ket photo : Korban (Sunan) mendatangin SPKT Polsek Percut sei tuan guna membuat Laporan penganiayaan yang dialaminya di wilkum Polsek Percut sei tuan