“Silakan Bongkar dan Ratakan saja..,Ungkap Pahala Sirait meragukan keberadaan Makam Di Sileang Sibisa Ajibata -Tobasa”

475

Berita PI-News.Com. AJIBATA ,Tobasa (30/9)

Cerita yang beredar dibalik Getolnya sebahagian warga Sigapiton, Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa untuk mempertahankan tanah yang diklaim sebagai Ulayat mereka dibuktikan dengan adanya ‘Kuburan/Tambak’ (Makam) sekitar 10x10m diantara jalan lintas dikawasan Kaldera Toba, Sileang-leang Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata ternyata di Duga penuh misteri dan bahkan, cerita Tambak/Makam yang disanapun diduga warga yang mengetahui asal muasalnya tanpa Fosil dan terkesan mengada-ngada.

Hal itu berkali-kali disampaikan Pahala Sirait (67) warga sekitar Makam yang juga keturunan Raja Bius dari Desa Pardamean Sibisa Pahala Sirait yang mengatakan bahwa .

“Lahan seluas 279 Ha lahan yang akan dikelola BPODT saat ini sudah diserahkan kepada Pemerintah sejak tahun 1952 dibarengi dengan sejumlah bundel (berkas-berkasnya) objeknya dari Pardembanan Julu, Marata, Motung sampai Harangan Nadua terus ke Sidugul Kecamatan Ajibata dan jika BPODT mau mengelola itu semuanya dipersilahkan, kami tidak ada yang keberatan sebab kami sudah merasakan dampak pembangunan jalan menuju perkampungan kami hampir setara dengan jalan Tol, Presiden juga sudah berkunjung ke Sibisa, jadi pembangunan kawasan wisata di Sibisa ini sangat kami dukung, untuk itulah kami ingatkan supaya jangan ribut dikampung orang, sebab lahan tersebut bukanlah tanah wilayat adat Desa Sigapiton,” Kata Pahala dengan tegas.

“Saya berani bertaruh, silahkan kuburan/makam itu digali kembali, saya pastikan disana tidak ada tulang-belulang manusia, dan jika mereka beralasan sudah pernah diambil dan dipindahkan ke tempat lain, kapan dan dimana wujudnya saat ini..?” Tanyak Pahala dalam Ucapannya.
Lanjut Pahala lagi,,
“untuk itulah silahkan hadirkan Tim Forensik dari Kepolisian, chek aja bekas tanah itu,apa pernah disana ada jasad yang dikuburkan atau tidak, dan saya pastikan tidak pernah ada makam disana, masa ada makam orang lain di daerah kami, tanpa sepengetahuan Raja Bius Sibisa ini” Jelas Pahala saat kembali dikonfirmasi awak media , Senin (30/9) jam 10.35 Wib.

Masih oleh pahal kembai menerangkan.. “Sekedar untuk diketahui lagi, Saya pernah mengelola lahan itu hingga bertahun-tahun, sejak tahun 90an menanam cabe, jahe dan lainnya, tidak ada yang melarang saya bertani dan tumpang sari disana, tidak pula menemukan Kuburan/Makam atau bentuk lain disana, akan tetapi kalau pemerintah mau mengelolanya kembali yah, kami persilahkan sebab sudah diserahkan nenek moyang kami kepada Pemerintah kala itu. Dan selama saya bertani disana, saya tidak pernah menemukan ‘Kuburan’ apapun disana, koq boro-boro akhir-akhir ini heboh dengan kuburan yang menjadi ‘modus klaim tanah ulayat mereka ditanah Ulayat kami,”Terang Pahala dengan tegasnya.

“Jadi silahkanlah itu dibongkar dan diratakan saja, sebab lahan yang mereka klaim sebagai kuburan keluarganya disana, itu tidak benar, Ucap Pahala.

Jadi lahan tersebut dulunya sudah pernah diserahkan orang tua Raja Bius Sirait kepada pemerintah semenjak 1952 dilengkapi dengan satu berkas surat tanah, mulai dari Ajibata, Pardembanan Julu, Marata, Motung sampai Harangan Nadua terus ke Sidugul, Kata Pahala.

Pahala Sirait juga mengatakan,
“Supaya Polres Tobasa mengecek kembali siapa saja yang ikut melakukan aksi yang sampai menghebohkan itu, sebab diantara yang melakukan aksi itu bukanlah warga Sigapiton, maka tolong didalami lagi supaya tidak terulang kembali, Ungkap Pahala.

Diketahui awak media salah seorang sumber di Mapolres Tobasa terkait pernyataan Pahala yang mendukung pihak kepolisian untuk membongkar Kuburan itu dan menghadirkan tim Forensik dari Polres atau Poldasu saat membongkar Makam di Sileangleang itu menyampaikan, akan meneruskan informasi itu kepada Pimpinannya, dan jika diperlukan tentu pihak Polres akan mempertimbangkan hal tersebut, Ujar Sumber yang enggan disebutkan namanya. (Jesron Sihotang).
Ket photo : Nara sumber Pahala sirait.