Seminggu Pasca Insiden Antara Warga Sihaporas dan PT TPL di Sektor Aek Nauli, Polres Simalungun Tangkap Dua Orang Diduga Pelaku

515

PINews.com.SIMALUNGUN ||| Seminggu pasca bentrok antara warga Sihaporas dengan PT TPL dilahan konsesi yang ditanami eucalyptus, ternyata warga kembali tanami jagung disana, sementara pihak PT TPL sebelumnya sudah melakukan penanaman eucalyptus dilahan yang sama

Guna penanganan kasus pemukulan kepada Bahara Sibuea dkk, Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Oppusunggu melalui Kasatreskrim AKP Setawan SIK, mengatakan pihaknya telah mengamankan dua orang diduga pelaku pemukulan dan sekarang sekarang dalam tahap interogasi, ujarnya di Siantar Hotel Parapat, Selasa (24/9/2019) jam 18.35 Wib.

Seperti diketahui, ratusan warga mengatas namakan warga Sihaporas Desa Sihaporas Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, melakukan aksi menanam jagung di lahan konsesi PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) tepatnya pada hari Senin (16/9/19) minggu lalu, lahan konsesi tersebut kini sudah ditanami bibit eucalyptus oleh pihak TPL dan penanaman jagung itu sudah didokumentasikan dan dilaporkan oleh Manager PT TPL Sektor Aek Nauli, Natanael Tarigan.

Sementara kasus penanganan persoalan saat di tempat kejadian perkara dimana pihak PT TPL melarang warga untuk menanami jagung dilahan yang menurut warga Sihaporas adalah tanah ulayat mereka, kini masih dalam penanganan oleh aparat hukum dari Polres Simalungun, pasalnya pihak PT TPL melaporkan kejadian itu ke Polres Simalungan,setelah terjadi bentrok di lokasi tersebut.

Salah seorang warga di Simpang Aek Nauli dekat pos keamanan PT TPL bermarga Manik, kepada awak media ini menyampaikan, sikap PT TPL yang menanami kembali lahan itu tergolong rancu, pasalnya kasus itu sedang ditangani pihak oleh Polres Simalungun, dan salah satu korbannya yang juga sebagai Humas PT TPL di Sektor Aek Nauli sempat babak belur hingga dipukul mundur dari areal yang ditanami itu, Bahara Sibuea dkk tersungkur hingga menjalani rawat inap di RS Vita Insani Siantar sampai beberapa hari.

“Lho, kok sekarang PT TPL menanaminya kembali, bukankah lahan itu distanfas dulu sambil menunggu berunding dengan warga agar tidak terjadi lagi hal serupa di kemudian hari”, kata Manik.

Saat hal ini dikonfirmasi kepada Manager PT TPL Sektor Aek Nauli Natanael Tarigan, Natanael menyampaikan jawabannya melalui Corporate Communications Manager Norma Patty Nandini Hutajulu.

Kepada media potretindonesianews.com Norma mengatakan bahwa lokasi kejadian adalah lahan konsesi PT TPL dan tidak ada stanfas disana, walau sekarang dalam proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kejadian tersebut termasuk saksi pelapor dari pihak kita, katanya.

Saat ditanya apakah pihak kepolisian sudah memperbolehkan lahan itu ditanami TPL kembali ? Menurut Norma, bahwa perseroan tetap melakukan penanaman sesuai dengan tanggungjawab persero sebagai pemegang izin pengelolaan lahan tersebut.

Perihal penanganan terhadap perlakuan dilokasi kejadian minggu lalu, Norma menyampaikan bahwa perseroan mempercayakan dan mènyerahkan sepenuhnya kepada para penegak hukum yang berwenang dan perihal prosedur lahan yang menurut warga adalah ulayat mereka, dijelaskan bahwa lahan tersebut adalah benar lahan konsesi TPL berdasarkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) PT Toba Pulp Lestari Tbk atau PT TPL diberikan oleh Kementerian Kehutanan melalui SK Menhut No. 493 / KPTS II/1992 jo SK. 179/Menlhk/Sedjen/HPL.0/4/2017, katanya.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Agustiawan, SIK juga menyampaikan, bisa saja akan ada tersangka lain saat melakukan aksi itu, dan kepada dua orang yang saat ini sudah diamankan, sepertinya mereka tidak mengaku melakukan pemukulan kendati rekaman video aksi itu dikonfrontir kepada kedua tersangka, tentu kami akan melakukan pemeriksaan itu dengan cara profesional, selain akan mengecek lagi sejumlah gambar dalam video itu, kami akan lebih mendalami pihak lain yang diduga juga menunggangi (memprovokasi) aksi tersebut, ujar AKP Agustiawan.||| Zeno

Editor ; Zul