Sangek Narkoba akhirnya Tega Curi Peranca Bangunan Mesjid ,Pria Inisial AP (23) warga Tangguk Bongkar 10 Mandala ,ditangkap Tekab Polsek Medan Area,,

72

Potret Indonesia News.com  Medan Area (13/06/2021).

Reskrim Polsek Medan berhasil amankan pelaku 363 pencuri peranca bangunan Mesjid ,Diketahui Identirasnya Pemuda yang satu ini, berinisial AP (23), warga Jalan Tangguk Bongkar X, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, harus merasakan dinginnya Hotel Prodeo  Mako Polsek  Medan Area, Minggu (13/06/2021).

Pasalnya,tak disangka  Pria pelaku 363 ini  nekad mencuri peranca bangunan milik mesjid yang terletak di Jalan Tangguk Bongkar X, tak jauh dari rumah tersangka sendiri.

Informasi yang diperoleh, kejadian berawal pada hari Sabtu (12/06/2021), dimana personil kepolisian Unit Reskrim Polsek Medan Area menerima laporan dari najir mesjid, jika mesjid sering kehilangan alat peranca bangunan mesjid yang terbuat dari besi.

Mengetahui  informasi tersebut, TEKAB Reskrim Polsek Medan Area pun langsung turun ke lokasi dan melakukan serangkaian pemeriksaan serta penyelidikan disekitar lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, diperoleh informasi identitas tersangka.dan  Tak mau menunggu lama, personil Polsek Medan Area akhirnya berhasil menangkap tersangka.

“Personil pun berhasil mengamankan tersangka saat sedang berada di Jalan Tangguk Bongkar X, tepatnya di pinggir jalan tak jauh dari mesjid yang baru dibangun,” Jelas  Kompol Faidir Chaniago SH MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Rianto SH.

Setelah ditangkap  tersangka mengaku mengambil peranca bangunan mesjid tersebut dan sudah menjualnya ke tukang bontot seharga Rp 80 ribu dan uang hasil penjualan peranca bangunan tersebut sudah habis dipergunakan tersangka untuk membeli narkoba.

“Saat tersangka dibawa untuk menunjukkan tempat penjualan barang hasil curiannya, tersangka mengatakan kalau alamatnya sudah lupa,” Terangnya

Sanbung Rianto kembali , , tersangka pun diboyong ke Mapolsek Medan Area guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun,” Pungkasnya mengakhiri keterangan. (Red)