Rochi Pasaribu “Perlunya Ada Bank Pangan bagi masyarakat dimasa Virus Corona ,Guna Ketersediaan Pangan “

260

Potret Indonesia news.com Medan (01/04/2020).

Pada masa musim wabah Virus Corona Pemerintah di usulkan untuk segera membentuk bank pangan di berbagai desa dan kelurahan di Indonesia. Hal ini untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus menyerap produksi pangan lokal.

Dalam Pandangan ekonominya Menurut Pemerhati Ekonomi SUMUT.Rochi.S.K.Pasaribu,S.P.pada kondisi epidemi Covid-19 berbeda dengan kondisi krisis moneter 1998, dan krisis 2008. Bila saat itu industri keuangan berhenti, kini hampir semua sektor produksi-konsumsi terancam berhenti. Sehingga mengakibatkan ketersediaan pangan dan barang-barang kebutuhan terancam tidak tersedia.

“Masalahnya karena semua orang diminta berdiam dan kerja di rumah. Kegiatan produksi dan jasa berhenti. Pasar berhenti, hanya terbuka secara terbatas,” terang Rochi.S.K.Pasaribu,S.P, Pemerhati Ekonomi SUMUT.Rabu (1/4/2020).

Jika dilihat dari sisi lain, para petani dan pedagang bahan pangan di daerah juga terhalang akses pasarnya akibat kebijakan pembatasan sosial yang menguat. Untuk itu pemerintah sebaiknya segera menyelamatkan para petani dan pedagang bahan di daerah.

“Di Sumatera Utara, sudah banyak petani sayur yang panen dan pedagang di wilayah Berastagi misalnya, yang kesulitan memasarkan produknya ke kota Medan, karena mereka dilarang oleh Pemda mengoperasikan truk. Itu contohnya,” Jelas Rochi Pasaribu

Salah satu solusi yang bisa diambil adalah apabila pemerintah,Memerintahkan pembentukan bank pangan yang dikoordinasikan dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) di tiap desa dan kelurahan. Dengan kebijakan itu, setiap desa atau kelurahan di wilayah perkotaan, secara mandiri menyiapkan kebutuhan pangan dengan mengutamakan penyerapan hasil pangan di wilayahnya masing-masing.

Maka Pada gilirannya, bank pangan akan menyediakan kebutuhan pangan bagi desa atau kelurahan itu apabila masa pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19 masih berlangsung. “Di sisi lain, produk pangan yang ada di tangah warga desa atau kelurahan bisa diserap,” Ujarnya.

Diharapkan nantinya untuk pendanaan bank pangan itu, Jelas Rochi mengatakan bahwa pemerintah bisa melakukan realokasi dana desa dan dana kelurahan. Untuk 2020, dana desa dialokasikan oleh pemerintah sebesar Rp 72 triliun untuk sekitar 72 ribu desa. Sementara anggaran dana kelurahan yang dialokasikan oleh pemerintah sekitar Rp 3 triliun untuk tahun 2020.

Untuk itu Relokasikan 80 persen dana desa dan dana kelurahan menjadi sumber anggaran bank pangan tersebut.

Dijelaskan Rochi lagi bahwa di tengah akses pasar yang saat ini tersumbat, kebijakan bank pangan ini bisa jadi solusi bagi jutaan warga di kalangan bawah, sekaligus membuka pasar bagi usaha menengah dan kecil.Pungkas Rochi Pasaribu (red).