Polsek Medan Area Tangkap Pembunuh MR X

194

PI NEWS.com.MEDAN ||| Identitas mayat yang ditemukan terapung di sungai Denai dalam kondisi leher terdapat luka sayatan senjata tajam dan Kaki terikat kabel listrik yang ditemukan warga pada hari Sabtu (14/3/2020 ) hingga saat ini belum bisa diketahui identitasnya.

Malah Polisi terlebih dahulu bisa menangkap tersangka tunggal yang melakukan pembunuhan tersebut yang tak lain bernama Muhammad Antoni Akbar.Tersangka membunuh korban sendirian tanpa ada keterlibatan orang lain mengingat tidak adanya tanda-tanda perlawanan korban terhadap pelaku, hal ini mengundang tanda tanya masyarakat, seperti yang dikatakan Hamdan SH ( 47 ) warga Jalan Raya Menteng.

“Tersangkanya adalah pelaku tunggal seperti yang saya dengar dari rekan media, korban seorang laki-laki dan tersangka pelaku juga laki-laki, kita saja lah coba berfikir jernih, kalau posisi tersebut ada pada kita, lalu apakah kita akan diam saja di ikat kemudiam mau dibunuh, tentunya kita pasti akan mengadakan perlawanan, mau kalah atau tidak, berhasil atau tidak ya…kita lawan dulu, kan One By One,” ucap Hamdan.

Lanjutnya lagi, lalu apakah tersangka dan korban apakah saling mengenal atau tidak, apakah mereka menyukai sesama jenis kan…banyak pertanyaan yang timbul.
“Kalau aku mengira pelaku lebih dari satu orang, namun demikian kita tetap berikan apresiasi lah pada Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago dan Kanit Reskrimnya yang cepat menangkap tersangka pelakunya,” ucap Alumni Fakultas Hukum USU ini.

Menjawab pertanyaan yang timbul dimasyarakat, Polsek Medan Area mengelar konferensi pers di halaman Mapolsek di Jalan Semeru yang dipimpin langsung oleh Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji dan Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago, dan didampingi oleh Waka Polsek Medan Area, AKP Neneng, Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu J. Panjaitan. Senin 16 Maret 2020, Jam 15:30 WIB.
Dalam konferensi pers tersebut Irsan Sinuhaji menjelaskan kronologis kejadian dan kronologis penangkapan tersangka saat berada di rumah bibinya di Gang Banten, Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, pada waktu itu tersangka sempat bersembunyi di bawah kolong tempat tidur.

“Awalnya Polsek Medan Area mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada penemuan mayat di pinggiran sungai Denai, sekitar pukul 12:30 WIB, setelah menerima laporan, Tekab Polsek Medan Area dan tim INAFIS Polrestabes Medan menuju lokasi dan setelah tiba disana, angggota kita mendapatkan sesosok mayat dalam keadaaan kaki terikat kabel listrik dan lehernya terdapat luka bekas sayatan senjata tajam, selanjutnya guna kepentingan penyidikan dilakukan beberapa upaya untuk mengungkap kejadian ini. Lanjut Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area membentuk tim agar bisa mengungkap misteri kematian korban,”ucap Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji.

Lanjutnya lagi, pada saat penelusuran di pinggiran sunggai tempat lokasi kejadian, tak jauh dari lokasi penemuan mayat ada seseorang yang dicurigai, tiba-tiba melompat kesungai, atas kecurigaan tersebut, tim langsung melakukan pengejaran terhadap orang tersebut, namun orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan itu sempat hilang dibalik rimbunan semak-belukar.

“Selanjutnya tim melakukan penyelidikan ke rumah terduga pelaku dan disana tim gabungan menemukan bukti-bukti berupa ceceran darah dan beberapa barang milik korban dan pelaku. Selanjutnya tim terus melakukan penyelidikan dan akhirnya pada hari Sabtu ( 14/3 ), jam 5:30 WIB, tim berhasil meringkus Terduga pelaku di kediaman bibinya. Setelah di interogasi tersangka mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban. Tersangka bersama Muhammad Antoni Akbar alias Toni (32) warga jalan Menteng 7, Gang Bahagia, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai,”ucap Irsan Sinuhaji.

Selanjutnya Waka Polrestabes Medan juga berharap bantuan kepada rekan media agar mempublikasikan foto korban dan barang-barang korban yang dipakai pada saat kejadian, agar identitas korban segera bisa terungkap. Karena hingga kini kami masih belum bisa mengetahui identitasnya.

“Kepada masyarakat kota Medan dan sekitarnya yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan mengetahui ciri-ciri seperti yang ada pada korban, silahkan menghubungi Polrestabes Medan atau Polsek Medan Area. Motif tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban adalah sekitar tanggal 13 Maret 2020, sekitar jam 16:00 WIB, pelaku pada saat itu melihat korban melintas di areal gubuk tersangka, selanjutnya tersangka memanggil korban dan menuduh korban sebagai pelaku pemcurian, setelah itu korban dibawa masuk kedalam rumah dan di interograsi dan saat itu korban mengatakan bahwa ia tidak ada niat untuk mencuri, selanjutnya dengan berbagai cara diikat oleh tersangka dengan menggunakan kabel listrik dan korban saat itu ditiarapkan kelantai dan setelah hari gelap, sekitar jam 18:30 WIB, tersangka menggorok leher korban dengan menggunakan pisau. Sejauh ini kami menemukan bahwa hanya tersangka saja yang melakukan pembenahan ini. Tak ada motif lain selain menuduh korban sebagai pelaku pemcurian. Tersangka hingga saat ini masih dalam keadaan sehat walafiat, tak ada gangguan kejiwaan, karena ia dapat menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan penyidik pada dirinya. Kepada tersangka kita jerat pasal 338 KUHPidana Jo pasal 340 KUHPidana dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun penjara,”pungkas AKBP Irsan Sinuhaji.|||| Damos Simatupang

Editor : Zul