Polres Tobasa Diharapkan Tetap Usut Kasus Tenggelamnya Putri Sinabela di Ajibata

613

PI NEWS.com.AJIBATA ||| Mendengar kepergian Putri Margaretti Boru Sinambela (16) Siswi SMA Negeri 1 Pematang Siantar, Penduduk Jalan Mangga, Lapangan Bola Bawah Pematang Siantar, menanggung pilu yang salam bagi ibu korban Boru Sidabutar (51) mengharapkan agar Polisi tetap mengusut tenggelamnya putri semata wayangnya itu hingga diketahui penyebab kematian anakku yang sesungguhnya.

Apalah arti hidupku di dunia ini, setelah 17 tahun lalu putri dalam kandunganku dan ayahnya entah kemana, hingga kami bercerai semasa Putri masih dalam Kandungan.

Putri saya besarkan dan hingga besar dia kerab minta disuapin kalau mau makan, permintaannya pun semua saya turuti, dan saya usahakan karena Putri pintar hingga mampu menembus 10 besar di sekolahnya.

Hal itu disampaikan Ibunda Putri, sembari menunggu anakanya di kremasi diruang jenazah UGD Parapat, Minggu (22/9/2019).

Jasad anakku masih terbujur kaku diruang jenazah, tapi mereka sudah ada pihak mengajukan perdamaian, jika tidak anakku tidak bisa kubawa pulang, dan kami tertahan di UGD Parapat ini hampir 3 jam, dan akhirnya pihak yang mewakili keluarga Paman si Putri dan pihak pemilik Hotel Jordan Ajibata, membuat kesepakatan dengan pihak Sekolah melalui Kepala sekolah SMA Negeri 1 Siantar BONA SIHOMBING MPd(54), jika tidak kami masih menunggu lama lagi, sementara jasad anakku kata Perawat itu masih banyak air didalam perut anakku itu, Kata Ibunda Putri boru Sidabutar.

Pilu mendalam disaat mendengarkan raungan tangisan Ibu korban, “Aha Be Inang Nahujambari Namangolu On, Hodo Tondikku, Hodo Gogokku Jala Hodo Ddonganku Boru Hasian, Naburju, Ahama Lapatanku Mangolu Be Putriiiiii molo holan au nama diportibion, ai sugari nian adong adekmu manang ibotom nagabe tinodohomu adongdope lapatanku inang lao mandulo ho tu inganan mi, Tuhan i ma dongan mu da boru, molo au susa na ma rohakku” (sekilas artinya: untuk apalah aku hidup lagi, kaunya segalanaya, putri satusatunya, seandainya ada adek-adekmu saya akan berusaha kuat untuk mengingatmu, Tuhanlah yang menjadi sahabatmu ,kalau aku pupuslah sudah harapanku, hancurlah hatiku)

Tenggelamnya siswi SMA Neg. 1 Pematang Siantar Putri Margaret Sinambela (16) kelas XI IPA 6, juga menjadi pilu mendalam bagi rombongan Siswa SMA Negeri Siantar yang ikut kegiatan OSIS berjumlah 365 orang dengan rincian laki laki 115 orang dan perempuan 250 orang dipimpin langsung kepala sekolah BONA SIHOMBING MPd, dan hanya didamingi 19 guru saja.

Kegiatan ini diberi nama Perjusami (perkemahan Jumat Sabtu-Minggu ) OSIS beretempat di komplek pantai penginapan Jordan kampung Jambu Kelurahan Parsaoran Ajibata.

Sebelum jenazah dibawa pihak keluarga ke runah duka di Siantar, oleh ibu kandung korban juga mengeluhkan lambatnya informasi yang diterima pihaknya.

Sebab oleh Kepala sekolah yang menghubungi kami baru sekitar jam 23.00 Wib, dari salah seorang guru yang mengaku marga Manurung ” Memgatakan Bu, si Margaretti apa pulang ke Siantar ? Dia tidak ada di sekitar kami, kalau begitu inilah peeritahuan resmi kami kepada keluarga ya.. sehut Manurung melalui selulernya dari Ajibata.

Ternyata kasus tenggelamnya anakku sudah diperkirakan sudah sejak jam 14.00 Wib, alu tidak segera dilaporkan ke pihak Polisi, dan entah mengapa samapai begitu, dan kalaupun berdamai hanya supaya Jasad Boruku ini bisa kami bawa ke Siantar dulu, Ujar Ibunda Putri br Sidabutar.||| Jes Sihotang

Editor : Zul