Polres Belawan Bangun Rumah Layak Huni Untuk Kakek “Sampah”

157

PI NEWS.com.MEDAN ||| Usai melaksanakan penyuluhan tentang penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja di Yayasan Pendidikan Sinar Husni Helvetia, Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan AKP H.Justar Purba,SH mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis,SH.MH melakukan pengecekan pembangunan rumah kakek Sampah yang terletak di Jalan Rawe IV, Pasar VI Lingkungan 5 Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan,Sumatera Utara.
Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan dalam kunjungannya,Senin (5/8/2019) sekira pukul 11.30 Wib sengaja datang kekediaman kakek Sampah guna melakukan pengecekan tentang kondisi kesiapan pembangunan rumah kakek Sampah.
Kepada wartawan, Kasat Binmas AKP H.Justar Purba menegaskan,” bahwasanya pengerjaan rumah kakek Sampah tinggal finising saja,yakni pengerjaan rumah induk sudah mencapai 75 %.,” sebut H.Justar Purba.
Dilanjut H.Justar,selesai pengerjaan pinising,maka selanjutnya pengerjaan berikutnya pembuatan ruang kamar dan ruang dapur.

“Kita upayakan dalam minggu ini semua pengerjaan rumah kakek sampah rampung dikerjakan,” urai H.Justar.

AKP H.Justar Purba dihadapan kakek Sampah,bahwasanya menyampaikan pesan dari Kapolres Pelabuhan Belawan,pekerjaan selanjutnya untuk kakek Sampah menjadi pembersih Masjid yang ada didekat tempat tinggalnya,dengan mendapat konfensasi langsung dari Kapolres Pelabuhan Belawan sebesar Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) perbulan.

Ditanya tentang perasaannya setelah terbangunnya rumah barunya,kakek Sampah mengaku senang dan gembira miliki rumah baru yang dibangun oleh Kapolres Pelabuhan Belawan.

“Yah,,senenenglah mas,kalau hujan saya tidak kebasahan lagi,dan malam hari tidak kedinginan lagi karena diding rumah dan atap rumah saya tidak ada lagi yang bolong,” ungkapnya.

Pengamatan wartawan dikediaman kakek Sampah terlihat PHL Sat Binmas Polres Pelabuhan Belawan Umi Kalsum,S.Pdi sibuk menata peralatan masak dan perabotan lainnya yang baru saja dibeli seperti kompor gas,alat – alat masak,peralatan tidur seperti tilam dan lainya.

Tanpa disangka asal usul nama kakek Sampah ada hal yang unik,pasalnya asal nama Sampah disematkan kedirinya,menurut pengakuannya dihadapan Kasat Binmas AKP H.Justar Purba dan para tetangga menjelaskan berawal saat kakek Sampah diberi nama ‘Muhammad Nur’ diwaktu kecil. Karena sering mengalami sakit saja, lalu orang tuanya membuang Muhammad Nur kelobang sampah. Berikutnya Muhammad Nur diambil oleh neneknya yang bernama mbah Girah. Lalu semenjak itu Muhammad Nur dipungut oleh neneknya dan resmi menyandang nama Sampah didirinya.

“Dari Sampah saya pernah berganti nama menjadi ‘Mulyono’. Saat itu setelah saya berumah tangga (menikah) diberi nama itu dari mertua saya,” jelasnya.||| Damos Simatupang

Editor : Zul