Poldasu Bakal Berdayakan CCTV Ungkap Kasus Begal dan Kejahatan Jalanan di Medan

149

PI NEWS.com.MEDAN ||| Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto tampaknya begitu berang dengan aksi kejahatan para begal yang belakangan ini semakin marak khususnya di Kota Medan. Dia pun memerintahkan jajarannya untuk bertindak tegas dalam penanganan kasus begal.
Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengurangi angka kejahatan jalanan. Namun kejahatan jalanan terus bertumbuh dengan motif-motif baru.
Irjen Agus Andrianto mengatakan, Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pemantau bisa menjadi solusi untuk mengurangi angka kejahatan jalanan. Nantinya Polda Sumut akan berkoordinasi untuk penempatan CCTV pada titik yang dianggap rawan.

“CCTV akan terinterkoneksi dengan yang ada di Polda Sumut. Kemudian juga ada interkoneksi dengan kabupaten kota di Sumut,” kata Agus saat konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Rabu (21/8) petang.

Kasus kejahatan yang terekam CCTV dianggap memudahkan kepolisian untuk melakukan pengungkapan kasus kejahatan jalanan. Terbukti, kasus Komplotan Guntur juga terungkap berkat bantuan rekan CCTV.

Untuk itu, Agus juga mendorong masyarakat dan pelaku usaha memasang CCTV. ” CCTV dipasang pada titik yang memungkinkan memonitor situasi di lapangan sehingga akan memudahkan kita untuk melakukan upaya pengungkapan kasus,” ungkap Agus.

Dalam konferensi pers itu, para korban juga dihadirkan. Dihadapkan langsung di depan para pelakunya.

Ibu salah satu korban sampai mengungkapkan kekesalannya pada para pelaku. Sang ibu memarahi mereka.

Tengku, salah satu pelaku merupakan residivis dalam kasus begal. Sedangkan Febrian mengaku hanya ikut-ikutan. Aksi begal yang dilakukan mereka sudah membuat tujuh orang korban. Uang hasil begal disebut-sebut digunakan untuk membeli narkoba.

Dengan rasa menyesal, pelaku Febri menyampaikan permintaan maaf. “Saya meminta maaf atas kelakuan saya sendiri,” kata Febri disambut umpatan dari sejumlah keluarga korban yang hadir.

Agus mengintruksikan jajarannya untuk tidak memberikan toleransi kepada pelaku begal. Bahkan jika ada yang membandel harus ditindak tegas.

“Mereka kalau melawan, kirim sajalah ke akhirat. Kasihan masyarakat uang menjadi korban,” pungkasnya.||| Damos Simatupang

Editor : Zul