Pandangan Ilmiah Profesor Dr.Albinus Silalahi,MS ,,Hal Virus Corona yang menghebohkan Dunia

2615

Dari Prof. Dr. Albinus Silalahi, MS (Guru Besar Biokimia pada Jurusan Kimia FMIPA Unimed).

Potret Indonesia news.com Medan (17/03/2020).

Kemelut kasus virus Corona membawa isu yang mengkhawatirkan dikalangan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kota Medan,dalam menanggapi kasus virus Corona ini Profesor Dr.Albinus Silalahi,MS Selaku Guru Besar Biokimia pada jurusan Kimia FMIPA UNIMED memberikan paparannya dengan sebuah pertanyaan Apakah corona virus disease-2019 (Covid-19) dapat disebut/diklassifikasikan sebagai mikroorganisme, atau mikroba/bakteri, atau mahluk (hidup) yang sangat kecil?

Mohonlah Para Pakar yang sudah menelitinya meluruskan pemahaman yang telah berkembang di masyarakat luas (global).

Perkembangan Biokimia-Biologi Molekuler hingga saat ini telah menghantarkan kita pada pemahaman sebagai berikut:

1) bahwa “unit (satuan) kehidupan yang paling sederhana adalah sel”. Meskipun hanya satu sel dan jenis selnya merupakan sel prokariot yang paling sederhana sudah dapat diklassifikasikan mahluk (hidup).

2) Virus tidak dapat diklassifikasikan sebagai mahluk hidup kalau komponen-komponen sel tersebut tidak dimiliki, melainkan disebut biomolekul, meskipun jenis biomolekulnya terdiri dari RNA dan protein serta beberapa jenis biomolekul lainnya, “seperti virus flu burung”. Virus yang konformasi struktur biomolekulnya dalam keadaan utuh apabila masuk ke dalam lingkungan internal sel kita (disebut sel inang) dan mengganggu regulasi metabolisme dalam sel-sel kita maka kita menjadi sakit. Dalam kondisi seperti ini, RNA virusnya berperan dalam proses biosintesis biomolekul virus sejenis.

3) Virus yang konformasi stuktur biomolekulnya rusak karena pengaruh faktor suhu atau zat kimia tertentu, atau faktor lainnya, meskipun struktur primer molekulnya tidak rusak, yang disebut “terdenaturasi”, maka aktivitasnya hilang. Akan tetapi kalau faktor-faktor tersebut tidak lagi berpengaruh, konformasi struktur tersebut akan sendirinya kembali ke keadaan semula, yang disebut “renaturasi”, maka aktivitasnya kembali lagi ke aktivitas semula.

Saya jadi sangat tertarik pada anggapan “Claudia Vickers”, seorang peneliti di bidang biologi sintetik dari University of Queensland sekaligus direktur Synthetic Biology Future Science Platform untuk CSIRO, yaitu bahwa pikiran manusia cenderung mengklassifikasikan segala sesuatu, yang tujuannya untuk mempermudah lebih memahami hal-hal (alam) di sekelilingnya, ternyata alam itu tidak sesederhana yang dipikirkannya.

Semoga Negara kita secepatnya dapat mengatasi virus tersebut. Terimakasih. Minggu 15-3-2020.