Milliaran Rupiah Proyek Irigasi di Girsang Diduga Misterius

254

PINews.com.SIMALUNGUN ||| Milliaran rupiah dianggarkan Pemkab Simalungun untuk mengerjakan proyek pengerjaan yang terletak pada Saluran Irigasi Tali Air Sidari, Nagori Sipanganbolon, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara diduga jadi proyek misterius.

Pasalnya, pengerjaan proyek irigasi itu sudah berlangsung 3 minggu namun tidak ada Plank Proyek di sekitar lokasi pengerjaan proyek.

Tim Wartawan bersama Kanit Res Polsek Parapat Aiptu M. Nababan, Kanit Sabhara Aiptu Tumpak Sinaga, Aiptu Liber Naibaho, Sekcam Girsip Ferri Donni Sinaga SH, saat meninjau lapangan bahwa Plang Proyek misterus ini tidak ada disekitar pengerjaan.

Sementara yang memgaku sebagai penanggung jawab lapangan proyek irigasi, Patar Hutauruk alias Pak Desi menyampaikan ” Tahap Pengerjaanya sudah berjalan sekitar 3 minggu, namun Plank proyek belum ada, pihak rekanan yang memborong adalah Udin dari Pematang Siantar CV. Cahaya dan pelaksana Amrad Purba dibantu Pegawai ASN PSDA Kecamatan Girsip Rudi Sinaga yang pada saat itu tidak berada dilapangan.

Proyek ini membuat saluran irigasi talang besi panjang 43 meter dengan lebar 1,40 Centimeter ” kata Hutauruk.

” Nanti akan saya sampaikan kepada pihak rekanan maupun pelaksana agar dibuat plank proyek, kami kan hanya mengerjakan dan sebagai penanggung jawab pekerja disini untuk sementara saya bang ” Katanya mengakhiri.

Menurut beberapa warga yang mengaku Marga Sinaga mengatakan, Tali Air Sidari sudah tidak berfungsi sekitar 3 tahun sehingga warga Sipanganbolon dan Girsang yang memiliki hamparan Sawah Padi, dapat dikatakan bahwa areal hamparan sawah yang diliri dari Irigasi inilah sebagai Lumbung padi beras didaerah Kecamatan Girsang Sipanganbolon, namun yany kami sayangkan adalah pihak Pemerintah dan Pegawai PSDA yang ada di Kecamatan ini bungkam seribu bahasa atas kejadian ini, sampai 3 tahun lamanya tak terhiraukan “. Ketus Sinaga.

Lanjutnya, lahan hamparan sawah padi seluruhnya sekira 260 hektare masing masing Ladang Persawahan Sigala-gala 12 hektare, sawah Gonting 30 hektare, sawah padi Lajangan sekitar 70 hektare sementara sawah padi hamparan Saba Lama selebihnya. Katanya.

Sementara Demak Sinaga ( 60 ) Mantan Lurah Girsang menyampaikan, Setelah adanya pembangunan Saluran irigasi ini, maka sekitar tahun 80 an pipa saluran Air Minum PDAM Tirta Lihou dibangun diatas Saluran irigasi yang terbuat Semen, saat itu pihak PDAM memberikan biaya perawatan yang disampaikan kepada warga setempat untuk membabat atau membersihkan saluran atau perawatan yang berdampingan dengan Saluran irigasi air, namun sekarang tidak kita ketahui lagi entah masih berjalan atau tidak, Ironisnya kini para pegawai PSDA sudah tenang dan makan gaji buta tanpa menghiraukan kepentingan umum, sebaiknya sudah perlu dirotasi kedaerah lain Pegawai PSDA ini”. Pintanya.

Masih menurutnya, Kedengarannya tahap pengerjaan pelaksanaan proyek Irigasi ini harus selesai pada November Tahun ini sudah harus selesai, padahal tahap pengerjaanya baru sekitar 3 minggu berjalan,
Nah walaupun selesai tahun ini, menurut pengalaman kita sebagai penduduk didaerah ini dan juga sebagai perani sawah padi, kita pastikan belum dapat berfungsi.

Belum lagi kondisi sepanjang saluran yang telah 3 tahun terlantar, yang pastinya sebahagian besar saluran sudah kondisinya retak, sehingga bila air dusalurkan maka dari rongga yang retak inilah nantinya sumber kebocoran dan biang keroknya nanti untuk longsor. Tuturnya.

Pada saat berdampingan, Muller Sinaga ( 61 ) menyampaikan, semenjak saya menjabat sebagai Lurah tidak ada lagi biaya perawatan untuk pipa saluran PDAM Tirta Lihou, hanya saja pada saat itu ketika itu, perawatan saluran Irigasi Aek Sidari diberukan kepada para honor yang benar benar bekerja dan saat itu berkantor di Tigadolok, Kecamatan Dilok Panribuan, namun saat ini sudahvada Pengangkatan pegawai akan tetapi muncul sebaliknya hanya makan gaji buta belaka, untuk itu kiranya pihak yang berkomoeten agar bertindakbtegas.Pinta Mantan Lurah tahun 2006 ini dengan tegas.

Ditambahkannya, Kini termasuk pejabat di Simalungun ini, sebaiknya menempatkan pejabat di kecamatan ini harus yang mengerti pertanian, apa sebenarnya kearifan lokal, dan topografinya, serta kultur masyarakatnya, agar menempatkan Camat yang mengerti kondisi daerah bukan hanya Asal Bapak Senang sehingga warga masyarakat mendukung program pemerintah dengan ikhlas. Ujar Muller.||| ZeNo

Editor : Zul