Masyarakat Pardamean Sibisa ‘Margondang’ dan Mardemban Tiar Sambut Pembangunan Pariwisata Kaldera Danau Toba

479

PI-News.com.TOBASA|||Selain merasa bersyukur aekaligus menyambut memyambut pembangunan berkesinambungan dikawasan Kaldera Toba Nomadic Escape warga Desa Pardamean Sibisa membuat acara Doa bersama, besyukur sekaligua ‘Margondang’ dan Mardemban Tiar menyambut Pembangunan Pariwisata Kaldera Danau Toba.

Acara dan pemberian napuran (demban) Tiar/Sekapur Sirih bersama ratusan Warga Masyarakat Pardamean Sibisa, Parsaoran Sibisa, Motung, Sigapiton, para Raja Bius Sirait,Raja Bius Manurung, Raja Bius Sitorus, Raja Butar butar, dan raja Bius Boru Nadapdap serta dihadiri Tulang Sagala beesukacita bersama masyarakat dan Pemkab Tobasa acara yang digelar diareal lahan The Kaldera Toba Nomadic Escape Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, Rabu (9/10/2019).

Sebahagian salah seorang warga yang hadir M Sirait (55) dalam acara ini menggangab kegiatan ini sebagai mangupa-upai kepada BPODT sekaligus ‘buang sial’ atas kejadian-kejadian tak terduga ditengah kelangsungan pengerjaan proyek pembangunan pariwisata Danau Toba, Sibisa Tobasa ini.

Diawali saat Raja Bius Sibisa menerima Demban (Napuran) Tiar dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba ( BPODT) diiringi dengan penyerahan jambar dari pihak BPODT kepada Raja Bius, lalu pemberian Dekke yang diserahkan oleh Raja Bius kepada BPODT dan diterrima dengan baik oleh Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo didampingi direktur keuangan, umum dan komunikasi publik Bambang Cahyo Murdoko, direktur destinasi pariwisata M. Tata Syafaat, direktur pemasaran Basar Simanjuntak dan direktur Investasi Pariwisata M. Rommy Fauzy.

Seluruh rangkaian acara terlihat sebagai potret kegembiraan dan sukacita masyarakat Pardamean Sibisa atas pembangunan Pariwisata Danau Toba di bumi Tobasa yang dirancang bangun dan dipercayakan Presiden kepada Badan Pelaksana Otorita Danau Toba ( BPODT).

Pada kesempatan itu, Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo menyampaikan, Pertemuan yang sudah lama ditunggu-tunggu hanya saja waktunya belum tiba, BPODT bukan tidak menghargai warga masyarakat, adat istiadat Kearifan lokal namun belum saatnya pada saat itu, sejak kehadiran BPODT 2016 lalu kami belum mengadakan pertemuan, untuk itulah Pertemuan hari ini adalah suatu minta restu dan pamit sekaligus untuk menghormati para orang tua agar dapat bersinergi serta meminta berkat dan berkah untuk kita semua.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, perlu saya sampaikan juga kenapa kawasan Kaldera ini warga tidak diperbolehkan masuk atau belum dibuka secara resmi untuk umum alasannya adalah tahap pengerjaannnya belum selesai, dan saat itu konsorsium tiga desa diantaranya dua Desa di Motung dan Desa Pardameaan Sibisa, nah untuk selanjutnya jikalau ada acara berbagai kegiatan dapat dilakukan disini tentu berkordinasi dnegan pihak kita sebagai BPODT, kami siap memfasilitasi hanya saja perlu dijaga kebersihan dan kenyamanan, melalui Jonang Sitorus yang ditunjuk sebagai Humas agar dapat membantu dalam keperluan atau sebagai penyampain aspirasi kepada direksi.

Jika adapun miss komunikasi selama ini kiranya kami dapat dimaafkan dan dimaklumi, dan dalam waktu dekat akan dilakukan pembangunan Hotel berbintang, Hospital, Kuliner, untuk itulah pertemuan ini sebaiknya jangan ada lagi demonstrasi, dan jangan lagilah ada pemberitaan dannissu miring terkait Danau Toba kita ini supaya tetap ada hubungan yang dinamis, jika ada masukan, perlu pelatihan secara khusus anak anak kita.

Jikalau ada pihak atau masyarakat setempat yang perlu bermitra atau menjalin (Mou) dengan kami termasuk untuk membahas kerja sama mari kita duduk bersama untuk sharing dari desa Sibisa, Motung dan Sigapiton. Ungkap Arie.
Kapolres Toba Samosir AKBP AGUS juga menyampaikan bahwa acara ini adalah bagian dari niat baik para tokoh masyarakat, Raja Bius, BPODT dengan masyarakat hal ini suatu perpanjang tangan Pemerintah jangan dilihat tidak ada perubahan,

Tapi lihat kebelakang sehingga perlu ada jembatan dengan masyarakat .Mari kita lihat Bandara Sibisa yang akan dirobah dan dikembangkan akan menjadi Bandara Internasional sehingga keberadaan BPODT dapat menjembatani kepada Pemerintah pusat.Mari kita pikirkan anak anak kita sehingga perlu pengorbanan
BPODT sangat terbuka untuk membangun bukan hanya Infrastruktur tapi juga untuk membangun SDM.
Ada masyarakat yang pro dan kontra Saya yakin seratus persen warga yang hadir ini setuju akan pembangunan ini dan jangan dihianti, Katanya.

Dandim 0210 Taput Letkol Roni Agus Widodo menypaikan ” Sangat mendukung Destinasi Danau Toba karena masyarakat sekitar pasti maju dan akan makmur Masyarakat daapt mendukung kalau ada perbedaan pendapat mari berkoordinasi dan berembuk kami hanya melakukan pengamanan sepanjang tidak anarkis Harapan berjalan aman nyaman dan lancar demi kepentingan umum mari kita urung rembuk demi anak cucu kita. ujarnya.

Tak luput, Sekda Tobasa Audy Murpy Sitorus menyampaikan, bahwa dalam rangka acara penghormatan kepada warga masyarakat sekitar Pardamean Sibisa , pada hari ini adalah sebagai temu ramah, atau disebut kulon wuon, dan lebih mengenal adat istiadat yang ada di daerah ini sekaigus sebagai penghormatan kepada warga masyarakat, penatua, tokoh masyarakat, seperti yang disampaikan seorang penatua tadi.

Jangan takut mengerjakan apapun pekerjaan disini secara bathin rohaniah dan pikiran sepanjang pelerjaan dalam membangun harus bisa maju seperti yang kita bayangkan. ujar Murphy.

Pada tiga tahun lalu ada yang menyodorkan tanah kepada saya disni hanya saja saya berfikir pada saat itu karena kondisi darrah ini saat itu mengerikan, akan tetapi setelah hadirnya BPODT dengan adanya pembangunan sudah berobah dan bernilai ekonomis tinggi.

Acara pemberian Napuran Tiar kepada penatua harus bukan dinilai dari ekonomis, akan tetapi kedepan area ini dapat dipakai setiap warga seperti Acara pernikahan dapat dipinjam pakai ajan tetapi harus dijaga Kebersihan. Katanya.
Juga pada bulan ini akan dilakukan Groundbreaking ( Peletakan batu pertama ) Hotel berbintang Lima jika sudah ada nanti maka dapat diadakan acara nanti dihotel tersebut maka selaku warga kita bisa dilaksanakan disana maka dengan mendapat Discount yang relatif murah sehingga kita sebagai warga Pardamean Sibisa harus bangga. Salah satu yang kita banggakan adalah sudah ada dikampung kita Hotel Bintang Lima maka dunia juga akan terekspos pada dunia luar juga para anak cucu kita , Kebersamaan akan dilakukan lagi acara seperti ini dilain kesempatan, Jumat- Sabtu (11-12/10) wasah marga Pasibona akan mengadakan pelantikan pengurus di si Dugul, ayo dan mari kita hadiri bersama dan semua itu adalah bagian aktifitas kegotongroyongan kita selaku Bangso Batak yang beradab dan beradat. Ajaknya.

Pada kesempatan itu Bupati Tobasa Darwin Siagian menyampaikan sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah hadir untuk menyejaterahkan masyarakatnya bukan untuk menyengsarakan, jadi kehadiran BPODT bukan untuk menyerobot tanah bukan untuk menyengsarakan masyarakat , ada 4 trilyun uang dari pusat yang akan dikucurkan ke Danau Toba, jadi kalau ada perbedaan pendapat mari kita duduk bersama apa akar permasalahan, pada Senin minggu depan Bandara Sibisa akan mulai dikembangkan menjadi Bandara bertaraf Internasional dengan biaya yang akan dikucurkan dana Rp70 milyar, ingat pesan yang disampaikan mantan Ephorus Emeritus SAE Nababan yang mengatakan Kita syukurilah Bapak Presiden Jokowi memikirkan Danau Toba, serta memberikan air yang jernih sebagai penyambung hidup warga Sumatera Utara, secara khusus seputar Danau toba, mari kita syukuri atas perhatian Bapak Presiden kita ini, sehingga jangan kita sia siakan, karena daerah lain banyak yang menginginkan perhatian seperti ini, Kata Bupati yang kerab tampak esentrik dengan rambut putihnya itu. ||| JESRON

Editor : Zul