LSM Roda Transparasi Minta Kajatisu Periksa Kepala UPT Bina Marga Sidikalang

1020

PINEWS.com.PAKPAK BHARAT ||| Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Roda Transparasi Drs. A. Alafsin Simanjuntak, SH menghimbau kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara supaya melakukan pemeriksaan terhadap Kepala UPT Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sidikalang Rico Menanti Sianipar, ST karena diduga melakukan konspirasi dengan sejumlah rekanan untuk melakukan korupsi pronyek pembangunan jalan di sejumlah titik di Kabupaten Pakpak Bharat.

Menurut Simanjuntak, dugaan konspirasi korupsi yang dilakukan Rico Sianipar dengan sejumlah rekanan terdapat di dua lokasi yakni pronyek pekerjaan badan jalan menjadi dua lajur ruas Sukarame – Salak tahun anggaran 2018 dengan pagu 17.381.997.570 miliar di kerjakan oleh PT. Martel Karya Sumatera dan peningkatan struktur jalan Propinsi ruas Pakpak Bharat – Huta Jungak Sigalinggung dengan pagu Rp. 6. 700. 000. 000 tahun anggaran 2018 dengan rekanan PT Cinta Karya Membang.

Hasil investigasi yang dilakukan LSM Roda Transparasi di dua pronyek dimaksud ditemukan hasil pekerjaan diduga tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Seperti halnya pelaksanaan pekerjaan badan jalan menajdi lajur dua dengan biaya 17 miliar lebih ini diduga pelaksanaan perkerasan struktur tidak sesuai dengan specifikasi teknis. Saluran Drainase baru dikerjakan sudah banyak yang rusak, TPT ( tembok penahan tanah) sudah hancur dan patah ( gegar) juga pelaksanaan Box Cul Fert juga tidak sesuai karena sudah banyak rusak. Sehingga diduga terjadi penyimpangan keuangan negara Rp. 4.536.368.870,88.

Sedangkan untuk pronyek struktur jalan propinsi Pakpak Bharat menuju Huta Jungak Sigalingging dengan pagu 6 miliar lebih yang dikerjakan PT. Cinta Karya Membang juga diduga terjadi penyimpangan keuangan negara Rp. 1.929.600.000, karena disini juga banyak ditemukan hasil pekerjaan tidak sesuai dengan isi kontrak, bahkan pembangunan parit sepanjang 350 meter sama sekali tidak ada dikerjakan. Sehingga bila ditotal dari dua pronyek dimaksud total kerugian negara 6 miliar lebih sebut Simanjuntak.

Kepala Dinas Bina Marga dan Kontruksi Propinsi Sumatera Utara melalui Kepala UPT Dairi Rico Sianipar saat dikonfirmasi Wartawan disalah satu Cafe di Medan, Sabtu ( 24/8 ) malam seputran persengkolkolan dimaksud tidak mau menjawab. Yang berhak menjawab itu adalah Kepala Dinas Bina Marga Provsu sebutnya.

Namun demikian ujar Rico, seluruh pronyek sudah diperiksa atau diaudit oleh BPK ( Badan Pemeriksa Keuangan) ketika ditanyak apa hasil pemeriksaan BPK, Rico mengakui tidak tau. ||| Reporter : Darianto Berutu.

Editor : Zul