“Katanya Menjalin Kemitraan, Namun Wartawan yang jalankan Profesi Jurnalis malah Di Mob dipolsek Delta, apa pasalnya…?”

159

Potret indonesia.News.com Polsek Deli Tua.(30/7/19).

Diera Pembinaan akan Kemitr
raan antara Jurnalis dan Polri yang terus digalakkan para pimpinan Polri saat ini kembali tercoreng tinta hitam dengan adanya peristiwa percecokan yang tak harus terjadi antara Jurnalis dan Polri di Polsek deli tua.

Dimana kejadiannya karena tak terima Video pelaku pembobolan rumah di rekam wartawan, diduga seorang oknum perwira berpangkat Iptu di Polsek Delitua, berinisial AT bermarga P tantang beberapa wartawan. Tak hanya itu, oknum perwira tersebut juga menghina wartawan, dan memerintahkan anggotanya untuk menangkap wartawan media online tersebut.

Peristiwa itu bermula saat wartawan media online DETEKSI.co bernama Deno Barus mendatangi halaman Polsek Delitua untuk melaksanakan tugas jurnalistiknya sehari-hari mencari berita, Senin (29/7/2019).

Di sana, Deno Barus melihat sejumlah petugas dari Dit Sabhara Poldasu mendatangi Mapolsek Delitua. Melihat itu, naluri jurnalistik Deno pun muncul dan mencari tahu informasi apa gerangan yang terjadi.

Benar saja, dugaan Deno, sejumlah petugas Sabhara yang dimaksud ternyata sedang membawa terduga pelaku perampokan rumah warga. Sontak Deno pun mencari informasi terkait peristiwa tersebut. Tak cuma itu, dia juga mencari foto maupun Video peristiwa tersebut untuk melengkapi berita yang hendak dirilisya.

“Sebelumnya saya sudah
memberitahukan bahwa saya dari media. Lalu saya bertanya kepada petugas Sabhara apakah ada video maupun foto pelaku yang ditangkap, kemudian petugas itu memberikan rekaman videonya,” ungkap Deno.

Selanjutnya, oknum anggota Dit Sabhara itu memberikan rekaman videonya kepada Deno. Namun, oknum perwira AT bermarga P yang melihat itu dengan cepat mendatangi oknum Sabhara yang memberikan video tersebut.

“Saat itu saya di Press Room bersama petugas Sabhara itu. Setelah video itu diberikan, kemudian saya keluar dari dalam Press Room. Terus oknum pewira AT bermarga P itu datang sambil mengatakan sesuatu kepada petugas Sabhara itu. Nggak berapa lama, oknum perwira itu keluar dari dalam Press Room dan video yang telah dikirim petugas Sabhara itu hilang dan telah terhapus dari pengiriman,” jelas Deno.

Mengetahui video tersebut dihapus dari pengiriman sehingga tidak dapat diterimanya, Deno pun kecewa dan ingin mencari tahu apa alasan pengiriman video dibatalkan, Deno pun kembali mendatangi oknum personil Sabhara tersebut dan mempertanyakan kenapa menghapus video yang semula hendak dikirimnya.

“Pas saya samperin oknum personil Sabhara itu hanya diam dan pergi ke belakang Polsek. Pas mau saya datengin ke belakang, saya dilarang, katanya ada kegiatan dibelakang. Lalu saya tanya kembali kepada rekannya, siapa yang menghapus. Salah satu petugas Sabhara mengatakan mungkin dia, sambil menunjuk salah satu rekan mereka,” lanjut Deno.

Belum selesai, salah satu petugas Sabhara pun mendorong Deno keluar dari Press Room. Ia menduga bahwa video tersebut dihapus atas arahan oknum perwira tersebut. Kemudian Deno kembali menemui oknum perwira tersebut yang diketahui hendak pergi dengan mengendarai mobilnya.

“Saya bertanya, apakah bapak yang menyuruh oknum personil Sabhara itu untuk menghapus video yang dikirimnya?. Mendengar ucapan Deno. Oknum perwira itu langsung marah-marah,” beber Deno lagi.

Guna menenangkan situasi, Deno pun menyamparin oknum perwira tersebut. Namun anehnya, oknum perwira tersebut malah sambil keluar dari mobilnya dan mendorong Deno sembari memaki-makinya.

“Saat saya temui, dia langsung dorong saya sambil maki-maki saya dan oknum Perwira itu juga berusaha meraih wajah dan leher saya,” terang Deno.

Tak mau mati konyol, Deno pun berupaya membela diri dengan menepis tangan oknum perwira itu, yang nyaris mencekik lehernya. Tak pelak, aksi saling dorong pun terjadi antara keduanya. Diduga tidak sanggup menahan emosi, oknum perwira itu terus memaki Deno dengan kata-kata tak sepantasnya dilontarkan seorang anggota kepolisian. Warga sekitar yang melihat kejadian itu, langsung melerai keduanya sehingga Deno selamat dari cengkraman tangan oknum perwira tersebut.

“Saya menduga, oknum perwira itu takut kalau awak media mendapat video tersebut dan menaikkannya ke pemberitaan. Karena menurut informasi, pelaku yang diamankan itu pelaku rampok. Dan kalau diberitakan, Wilkum Polsek Delitua seolah-olah rawan dengan aksi parampokan,” ketusnya.

Sementara warga sekitar berinisial SS (30) yang melihat kejadian itu mengaku, tindakan oknum perwira itu tidak mencerminkan seorang petugas kepolisian yang melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, apa lagi antar sesama mitra kerja.

“Karena waktu kejadian keributan itu terjadi dipinggir jalan dan kendaraan yang melintas banyak dan menjadi tontonan warga sekitar dan pengendara lainnya. Itu yang namanya Polisi Profesional, Modren dan Terpercaya (Promoter),” ucapnya.

Kapolsek Delitua, Kompol Efianto .SH ketika dikonfirmasi Awak media PI-News.com Rabu (32/7/19) melalui nomor hape dan WA nya (08126466..) mengenai kelanjutan adanya percekcokan antar Jurnalis deno Barus dengan Oknum Polsek Delta,, namun pak kapolsek belum menjawab baik melalui Hape maupun balasan WA (31/7/2019).

“inilah gambaran kurangnya rasa kemitraan antara Personil Polsek Deli Tua terhadap Wartawan yang meliput disana, sebab setahu saya SiDeno Barus itu sudah lumayan lama meliput diPolsek deli tua , namun kenapa diperlakukan seperti itu oleh seorang perwira semoga menjadi pengalaman berharga bagi para rekan Wartawan yang meliput disana .” Jawab Pemred PI-News saat dimintai komentar oleh Awak medianya .( Ardi)