Kasus Tadah Hape ,Kasat Reskrim Polresta.D.S. ,Pelaku 480 yang DPO “Bisa kita Tangkap”‘

224

Potret Indonesia News.com . Deli Serdang (20/01/2020).

Dari pantauan awak media PI-NEWS.COM yang menghimpun data terdengar kisah dimana meskipun Tak mengerti apa-apa bahkan Terkejut saat dijemput polisi Pria separoh Baya Berinisial R (47) warga desa baru kec.batang kuis Kab. Deli Serdang,harus pasrah diboyong ke Polresta Deli Serdang lantaran ditunjukkan Surat SP.KAP oleh salah satu petugas yang datang kerumahnya pada (28/12/2019).sekitar pukul 19.00 wib lepas Mahgrib saat itu.

Diketahui awak media dilapangan kabarnya Bg.R setelah diterangkan petugas yang mengamankannya dirumahnya malam penangkapan itu bahwa hape merek samsung J-2 Pro yang dibelinya 3 bulan lalu tepatnya bulan agustus 2019 dari seorang pemuda pedagang jual-beli hape dikampungnya berinisial A (20) kini Berstatus DPO ,warga desa baru seharga Rp.750.000, dengan status hape Sekend ternyata adalah Hape yang status Berkasus diPolresta D.S yang bagi Bg R sebagai orang Awam hape tersebut aman untuk dipakai karena dibayar dengan uang halal hasil keringatnya sendiri.

Namun apa yang terjadi dari data yang diketahui Bg R.harus mendekam 3 hari di sel Reskrim Polresta Deli Serdang guna pemeriksaannya dihadapan Penyidik Sat Reskrim dan setelah diduga terjadi lobi-lobi berisi diduga Bg R dipulangkan pada (30/12/2019) dengan dugaan mengeluarkan Sejumlah Mahar.

Saat dikomfirmasi terkait kasus pemulangan Bg R., Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol.Yemi Mandagi.Sik.menjawab WA dari Redaksi PI-NEWS.COM sambil mengirimkan nomor WA Kasat Reskrim “”langsung komfirmasi ke kasat ya pak”Jawab Kapolresta dengan Lembutnya.

Lanjut kemudian Sesuai arahan Kapolresta maka Kasat Reskrim Polresta D.Serdang Akp.Rafles Marpaung Sik dikomfirmasi Redaksi guna Keseimbangan Berita dimana Kasat menjelaskan Via WA.

.
“Betul tsk tsb kami tangguhkan penahanannya karena kasus penadahannya tipiring, harga hp nya dibawah Rp 2.5 jt. Sudah kami cek ke penjual hp second.

Jadi kami tangguhkan karena perkara tsb menurut putusan MA tidak perlu ditahan. Tapi perkara tetap lanjut kalau andre bisa kita tangkap. Sementara dpo.
” Jelas Rafles yang meyakini Pembaca bahwa mampu menangkap Andre yang masih berstatus DPO.

Lanjut Rafles lagi…

“Kalo mahar 25 jt itu saya baru dengar. Seharusnya tidak ad itu.”Jawab Mantan Kanit Pidum Polrestabes Medan ini.

Dikomfirmasi hal adanya Tsk 480 lain Berinsiial A (20) (Dpo) yang didapat info aman-aman aja dan seakan-akan tak tersentuh hukum ,Kasat Reskrim dengan tegas menjawab hal Dugaan tersebut.

“” Kalo ada di rumahnya besok saya tangkap langsung Kalo masalah uang ga ada.
Kalo bisa kasi tau siapa yg minta/terima uang biar saya masukin sel juga.”” Jawab Akp.Rafles Marpaung dengan Tegas dan BerKomitmen.

Lanjut hal penangkapan Terduga Tsk Bg R yang terkesan Penuh tanyak….dimana data yang dihimpun awak media dilapangan bahwa terduga Tsk ini awalnya dijemput petugas dengan surat penagkapan lantaran membeli hape sekend yang berkasus dari Si A (DPO) yang berkasus…lalu Tsk kemudian dipulangkan lantaran dianggap kasus pemasangannya tipiring dan kena undang-undang PERMA (MA ) namun tsk ditahan juga 3 hari disel Reskrim D
Serdang.

Dan Kasat Reskrim kembali menjawab Redaksi.

“Kalo beli hp ga jelas itu memang pidana. Ada pasalnya. Lantaran di bawah 2.5 jt kerugiannya maka ga bisa ditahan. Makanya ga kita lanjutkan han nya…
Tapi perkara tetep dilanjutkan.” Jawab Rafles mengakhiri keterangannya.
(Tim/red).

Ket photo ; Polresta Deli Serdanng