Kapolsek Medan Labuhan,Kedua tersangka telah diperiksa, Kasus Laporan Penganiayaan atas : Fatolosa Laia berlanjut ke JPU,,

106

Potret Indonesia News.com Medan Labuhan.(28/09/2021)

Terkait adanya video kesaksian kekesalan dan harapan seorang pria yang mengaku menjadi korban penganiayaan dari dua orang pria yang diketahui Bapak dan Anak pada hari Senin (28 /06/2021) dan melakukan pelaporan pengaduan ke SPKT Polsek Medan Labuhan dengan No.LP./441/VI/2021/SU/Pel.Blw/Sek-Medan Labuhan per tanggal 28 juni  2021.

Dimana pada video berdurasi  2.50 detik terlihat pengakua korban bernama Fatolosa Laia (43) warga pasar 9 Marelan kawasan lahan garapan medan labuhan yang mengaku mengalami tindak kekerasan ataupun penganiayaan dari 2 pria masing-masing bernama : Yuliusman Dakhi dan ayahnya Martinus Dakhi warga pasar 9 marelan.Medan Labuhan.

Diketahui Korban mengaku mendapat perlakuan penganiayaan pada hari senin (28/06/2021) pada sekitar jam 21.00 wib malam dimana kedua pelaku mendatangi rumah korban untuk menagih sisa uang pemasangan alirsn listrik kerumahnya yang dikerjakan oleh pelaku dalam pemasangan jalur listrik dilahan garapan yang mereka huni dimarelan pasar 9.

Namun pada aaat menagih sipelaku terkesan memaksa sementara korban sama sekali tidak memiliki uang yang mana sisa kekurangannya hanya Rp.300 ribu lagi.

” malam itu sekitar jan 21.00 malam mereka datang menagih sisa uang pemasangan listrik kerumah saya,namun saya belum ada uang pak,,,kemudian si Juli dengan membabi buta memukuli wajah dan kepala saya pak sampai saya masuk ke parit dekat rumah saya ” jelas Fatolosa dengan wajah sedih.

Tidak sampai disitu saja ,,lanjut Korban, menyambung peristiwa penganiayaanya,

“Setelah saya keluar dari Parit karena dipukul si juli ,Bapaknya pun datang menunjang perut saya kena dirusuk pak,,Terang korban dengan hati kecewa.

Diketahui dari lapangan para saksi yang diperiksa oleh penyidik Bripka Dedi mengaku lewat Video yang di rekam awak media saksi halawa dan Ibu Nduru mengakui mereka benar adalah saksi bertetangga dengan korban dan bukan ada hubungan saudara ataupun famili mereka juga siap menyaksikan kejadian penganiayaan tersebut sampai di pengadilan.

Akibat kejadian  penganiayaan yang menimpa si korbanpun harus beristrirahat beberapa hari di rumahnya dan tak dapat bekerja untuk mencukupi  kebutuhan keluarganya.

” Kepada Bapak Kapolres Belawan dan Kapolsek Medan Labuhan saya memohon  keadilan pak,,atas laporan penganiayaan yang saya saya laporkan di Polsek Medan Labuhan dan saya katakan bahwa ketiga saksi yang saya bawa ke juper adalah benar  tetangga saya dan kami tidak memiliki hubungan darah ataupun saudara sebab bapak dan mamak kami berbeda pak,” Ungkap Korban dengan tegasnya sambil memohonkan keadilan hukum.

Dikomfirmasi diruangannya Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari SH. menjelaskan dari penyelidikan personil dilapangan didapat info bahwa diduga saksi sikorban adalah keluarga dari sikorban juga ,namun begitupun pihak penyidik akan melakukan Komfortir kasus yang direncanakan pada hari Jumat di kantor Polsek  Medan  Labuhan.

“Saksi saksi nya itu mssih keluarganya sendiri bg..memang tetap diakui mereka tetangganya ,padahal sudah dicek mereka hub kel” Jelas Kapolsek dengan terperinci.

Sambung Edy lagi ,bahwa kami akan memerintahkan penyidik guna melakukan Komforti r kasus agar kasus pelaporan ini semakin benar sesuai dengan SOP nya ,

Ditanyak awak media tentang status kedua pelapor di Reskrim Polsek Medan Labuhan,Kapolsek menjelaskan ,,

” Ke 2 org tsb sdh kami periksa sebagai Tsk dan berkas segera dikrm ke jaksa namun tdk kami tahan.
Mengingat saksi2 diragukan keluarga korban.” Terang Mantan Kasat Narkoba Polres Belawan ini.

Pada kesimpulannya saat shearing dengan awak media diruangannya Kapolsek Edy Safari menyatakan bahwa proses  hukum akan tetap berjalan sesuai dengan SOP yang berkeadilan dan biarlah kasus ini berlanjut ke JPU.( Dms/ Red).