Kapoldasu Paparkan Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Tanjung Morawa

162

Potret Indonesiaku.com.MEDAN |||| Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memaparkan motif pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa yang dilakukan tiga orang tersangka. Ternyata motifnya hanya karena persoalan sepele.

“Diduga korban Suniati, istri Muhajir sering mengejek tersangka AG dengan sebutan Rombongan Gajah, sehingga tersangka menyimpan dendam,” sebut Kapoldasu, di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (22/10).

Lantas lanjut Kapolda, pada hari Senin tanggal 09 Oktober 2018 tersangka AG mendatangi rumah korban dengan alasan hendak meminjam uang. Kemudian tersangka langsung memukul kepala korban Muhajir dengan batu bata.

“Kemudian tersangka yang ber-inisial R langsung masuk ke rumah korban dan langsung mengikat korban Muhajir dengan lakban dan kemudian kedua tersangka mengikat korban Suniati dan menutup mulut dengan lakban.,”sebut Kapoldasu.

Kedua tersangka juga mengikat anak korban Solihin dan menutup mulut korban dengan lakban. Ketiga korban dikumpulkan di ruang tamu dan dijaga tersangka dengan inisial R

Kemudian tersangka AG mengambil mobil dan tersangka dengan inisial R diantar tersangka dengan inisial D.

“Sesampai dirumah korban, kedua tersangka mengangkat para korban ke dalam mobil dan membawa ke salah satu jembatan di wilayah Kecamatan. Telun Kenas kemudian langsung membuang ketiga mayat tersebut,” urai Agus.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan.Dan berhasil meringkus tersangka D. Kemudian berdasarkan informasi yang diterima bahwa dua tersangka lainnya yakni AG dan R bersembunyi di Kabupaten Kampar Prov Riau

Pada hari Minggu, (21/10) personil dari Subdit Jatanras Ditreskrimum dan Sat Reskrim Polres Deli Serdang dibantu Polsek Tapung Polres Kampar Polda Riau melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka yang bersembunyi di sebuah Ruko di Jl. Flamboyan Kec. Tapung Kab. Kampar.

“Pada saat dibawa tersangka dengan inisial A menyerang personil yang mengendarai mobil dengan cara mencekik dengan kondisi tangan tersangka terborgol sehingga salah satu personil melakukan tindakan tegas dengan melakukan penembakan ke arah punggung tersangka dan akhirya tersangka meninggal dunia,” terang Agus.

Pada kendaraan yang berbeda tersangka yang berinisial R mencoba melarikan diri sehingga diambil tindakan tegas terukur di kaki dan kemudian kedua tersangka di bawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru selanjutnya dibawa menuju RS. Bhayangkara Medan.

“Ada satu tersangka lagi berinisial Y. Dia diketahui menyimpan senjata yang digunakan para pelaku membunuh korban,” tukas Agus.///Benni Simamora

Editor : Zul