Kabid Humas Poldasu :“ Pemeriksaan H Irfan Hamidi Dilakukan Secara Profesional Tanpa Unsur Paksaan”

126

Potret Indonesiaku.com Maraknya isu yang beredar tentang salah seorang tokoh masyarakat Belawan sekaligus Ketua Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) Sumatera Utara (Sumut) H Irfan Hamidi yang dikabarkan koma usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut.Seperti diketahui, video dan foto H Irfan Hamidi sedang sakit langsung menyebar di media sosial (Medsos) dan grup WhatsApp, video dan foto tersebut disertai keterangan bahwa H Irfan sakit usai diperiksa polisi. Bahkan sampai menggiring isu bahwa H Irfan dipaksa walaupun dalam keadaan sakit untuk diperiksa dan dimintai keterangan.

Sebelumnya, pada tanggal 7 Januari 2019, Subdit Cyber Ditreskrimsus Poldasu telah menerima pelimpahan berkas laporan polisi LP /385/XII/2018/SU/SPKT PEL Belawan tertanggal 3 Desember 2018 tentang kasus penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap anggota Bhabinkamtibmas atas nama Aiptu Budi yang diduga dilakukan oleh H. Irfan Hamidi.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SIK menjelaskan H Irfan Hamidi melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik adalah dengan cara mengirimkan gambar sepeda motor Dinas Bhabinkamtibmas milik Polri yang dipakai oleh Aiptu Budi dalam melaksanakan tugas sebagai Bhabinkamtibmas dan membuat kalimat “Tidak ada guna Bhabinkamtibmas ini dimasyarakat Pak sebagai perusak sepertinya, apa pendapat bapak dengan hal ini”.

“H. Irfan juga mengirimkan kalimat tulisan yang berisi “ada kendaraan polisi yang masuk dan bergabung dengan para narkoba, sudah dibilang jauh sebelum hari kalau ada warga yang meninggal di kampung jangan ada kalian sibuk dengan melayani sabu”, dan pesan tersebut dikirimkan kepada Kapolsek Belawan , Kasat Narkoba , Kasat Binmas, serta Camat Belawan,” jelas Kabid Humas, kemarin.Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja SIK juga menerangkan Polisi juga pasti akan maklum apabila pihak yang dikirimi surat panggilan sedang sakit dan tidak mungkin melakukan pemaksaan untuk diperiksa.

“Salah satu poin utama dan pertama dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditanyakan adalah apakah yang diperiksa sehat jasmani dan rohani. Dan itu dibuktikan dengan adanya BAP saksi yang didampingi kuasa hukum dan menerangkan bahwa H Irfan Hamidi mengaku sehat saat diperiksa,” lanjut Kabid Humas sembari mengatakan H Irfan Hamidi bersama kuasa hukumnya datang dengan niat dan kesadaran sendiri setelah merasa diri cukup sehat untuk menghormati dan memenuhi panggilan dari penyidik. ||| Benni Simamora

Editor : Zul