Iklim Investasi di Kota Pekanbaru Belum Berjalan Maksimal

146

aktualonline.com.PEKANBARU|||I Seiring Belum Disahkannya RTRW,Iklim Investasi di Kota Pekanbaru Belum Berjalan Maksimal.Hal itu disampaikan Kabid Pengendalian Pelaksanaan dan Pengolahan Data Informasi di DPMPTSP Kota pekanbaru, Rudi Juliandi S.T. M.Si, baru-baru ini

Investasi merupakan kegiatan menanam modal atau saham kepada perusahaan yang ingin membuka peluang usaha dan go public, agar semakin meningkatnya kegiatan usaha perusahaan tersebut dan mendapat keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu jangka panjang, melalui dana dalam bentuk modal yang ditanam oleh para investor.
Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemko Pekanbaru telah berkomitmen untuk menjadikan kota Pekanbaru kota tujuan investasi melalui OPD terkait yakni DPMPTSP(Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), semakin meningkat nilai investasi yang ditanam oleh investor maka akan berdampak juga bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Pemko Pekanbaru.

DPMPTSP Pekanbaru harus terus berinovasi, kreatif,dan gencar dalam mempromosikan peluang-peluang berinvestasi di Kota Pekanbaru dalam bentuk roadshow, pameran, even, expo di suatu daerah luar kota Pekanbaru,layanan aplikasi dan media social meruapakan upaya yang selama ditahun 2018 telah diterapkan.

Kepala DPMPTSP Pekanbaru, M.Jamil,M.Ag,. M.Si melalui Kepala Bidang Pengenda lian,Pelaksanaan,dan Pengolahan Data Informasi Penanaman Modal, Rudi Juliandi S.T,. M.Si memaparkan selama di tahun 2018 ada tiga sektor unggulan tujuan investasi di Pekanbaru yaitu, sektor perdagangan,industri dan jasa yang diharapkan mampu menjadi tiang utama bagi penanaman modal.

“Kami (DPMPTSP Pekanbaru) masih menganggap bahwa tiga sektor unggulan itu masih belum dirasa maksimal karena terdapat sedikit halangan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Pekanbaru, yaitu belum disahkannya RTRW(Rencana Tata Ruang Wilayah) Kota Pekanbaru oleh pihak DPRD dengan Pemprov Riau”Jelas Rudi Juliandi S.T. M.Si.

Sekedar informasi bahwa sejak Agustus tahun 2018 DPMPTSP Pekanbaru telah melakukan sistem pelayanan terpadu online melalui OSS (Online Single Submission) yang telah dituangkan dalam PP Nomor 24 tahun 2018, dan diharapkan mampu mengatasi permasalahan panjangnya aturan regulasi dan lamanya dalam pengurusan pelayanan perizinan perusahaan.

Rudi Juliandi S.T, M.Si juga menambahkan “Para investor yang ingin mengurus perihal perizinan sekarang melalui aplikasi sistem OSS, disistem tersebut NIB(Nomor Induk Berusaha) beserta perizinan-perizinan lainnya akan terintegrasi menjadi satu, dan ini dirasa akan menghemat waktu,tenaga,anggaran dan efisienitas dalam kepengurusan pelayan perizinan”

Data perbandingan realisasi nilai investasi Kota Pekanbaru yang dihimpun oleh DPMPTSP Provinsi Riau untuk tahun 2018 periode triwulan III (Januari-September) sebesar Rp.636.332.640.000 dengan target yang diberikan BKPM RI melalui DPMPTSP Riau sebesar Rp 792.000.000.000

Sementara BEI (Bursa Efek Indonesia) kantor perwakilan Riau mengemukakan dari data yang dihimpun dalam periode perbandingan dua tahun yaitu 2017 dengan 2018 terdapat sejumlah hal yang menarik dimana pada tahun 2017 jumlah investor di Kota Pekanbaru adalah 8.151, sementara untuk tahun 2018 sebanyak 14.582 artinya terdapat peningkatan 70 % hanya dalam kurun waktu satu tahun.

“Di dalam 70% ini sebanyak 50% merupakan kaum millennial yang masih berusia 18-25 tahun sudah menanamkan modalnya kepada beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia, namun data ini merupakan hasil dari kartu rekening investor bukan dari domisili KTP, jadi bisa saja satu investor mempunyai dua atau sampai tiga kartu rekening” jelas Kepala Kantor BEI Perwakilan Riau, Emon Sulaeman.

Selama sepanjang tahun 2018 BEI Riau gencar melakukan sosialisasi dan edukasi di sejumlah universitas dan sekolah tinggi di kota Pekanbaru bekerjasama dengan stakeholder terkait, BEI Riau mengedukasi upaya bahwa menabung saham(modal) itu untuk mendapat keuntungan berlipat ganda jangka panjang dan memberi pemahaman tentang perbedaan investasi riil dengan investasi bodong(abal-abal) serta trik mengurangi dan mengatasi resiko dalam menanamkan modal.

“Saat itu kami memberikan pemahaman agar mindset para kaum millennial ini terhadap investasi jangka panjang jangan seperti dulu, yakni kesannya bahwa investasi seperti sebuah usaha yang dilakukan oleh para pengusaha konglomerat dan membutuhkan modal besar itupun belum tentu mendapat keuntungan , jadi disini para mahasiswa kami beri pengetahuan dengan belajar berinvestasi yang baik dan benar sedini mungkin.” Katanya.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulae man juga menambahkan bagi warga yang ingin mena namkan modal(saham) melalui pasar saham (BEI) bisa membuka situs secara online yakni di www.idx. co.id, disana investor bisa menentukan nilai modal(sa ham) yang akan dibeli ataupun dijual, serta memantau indeks harga saham gabungan para emiten (perusaha an) secara online dan terpadu.|||Ishak Sibarani

Editor : Zul