Humas TPL,,Korban amuk Warga,Bahara Sibuea ”Tangkap Aktor diBalik Layar Kejadian sipahoras”

251

PI-News. SIMALUNGUN (3/10)

Kelanjutan kisah Korban pemukulan yang dilakukan warga Sihaporas dikawasan lahan konsesi PT TPL sektor Aek Nauli terhadap Humas, Bahara Sibuea didampingi karyawan Haposan Sitorus, Hokkop Siahaan didampingi pihak management PT TPL Julius Simbolon dan Manager Corporate Communications Norma Patty Nandini Hutajulu memohon aparat kepolisan secepatnya tangkap semua para pelaku diduga penganiaya karyawan perusahaan, Senin (16/9) di Konsesi TPL Blok B578 sekitar Nagori Sihaporas Kecamatan Sidamanik Simalungun.

Demikian harapan Humas TPL Bahara Sibuaea didampingi karyawan Haposan dan Hokkop di Aek Nauli Jalan Parapat Simalungun, Kamis (3/10).

Bahara mengatakan akibat dari kejadian tersebut dirinya sebagai korban terparah hingga cacat fisik karena tangan sebelah kanan mengalami patah tulang hingga harus dioperasi dan tidak bekerja untuk proses penyembuhan karena mengalami luka-luka serta memar di sekujur tubuh karena mendapat perlakuan dari para pelaku.

“Kami berharap agar semua para pelaku diamankan oleh pihak kepolisian khususnya pelaku-pelaku atau aktor dibalik ini semua. Harapan ini sudah disampaikan kepada Polres Simalungun untuk menangkap yang diduga para pelaku penganiaya yang berjumlah lebih dari puluhan orang dan menyelidiki aktor dibalik ini semua,” katanya.

Kami mengapresiasi kinerja Polres Simalungun karena telah mengamankan dua warga Desa Sihaporas diduga pelaku penganiayaan Humas TPL dan karyawan perusahaan dan berharap para pelaku lainnya juga harus ditangkap sehingga ke depan perlakuan yang sama tidak terjadi lagi kepada karyawan, kata Bahara.

Bahara mengakui sudah melaporkan kejadian penganiayaan ke Polres Simalungun, Rabu (2/10) agar mengakomodir laporan sehingga apa yang dialami dirinya dan sejumlah karyawan perusahaan terungkap secepatnya.

“Saya tidak menginginkan sekelompok masyarakat Nagori Sihaporas terjerat oleh hukum, mereka adalah bias dari aktor yang bermain dibalik layar yang memanfaatkan kelompok masyarakat demi memperoleh kepentingan lain, untuk itu harapan saya pihak kepolisan mengungkap dalang semua ini, termasuk diduga warga lain yang ikut-ikutan melakukan penganiayaan,” katanya

Sementara Haposan korban penganiayaan yang mengalami luka robek di bagian pelipis mata sebelah kanan menyampaikan hal senada dengan karyawan perusahaan lainnya Hokkop Siahaan yang mengalami retak pada tulang jempol sebelah tangan kanan meminta agar seluruh diduga para kelompok pelaku penganiayaan secepatnya terungkap dan ditangkap Polisi.

“Kita hanya karyawan, namun kenapa harus mendapat penganiayaan dari masyarakat sekelompok Desa Sihaporas, kalau masyarakat mengklaim lahan kosesi TPL merupakan tanah adat silahkan ke pemerintah, kita berharap para pelaku secepatnya di tangkap,” ujar para korban.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Agustiawan menyampaikan, bahwa korban Bahara Sibuea (BS) sudah memberikan keterangan atas laporan warga Sihaporas dugaan penganiayaan anak saat kejadian di Sihaporas area konsesi PT TPL di Blok Tebang 578, semua keterangan BS sudah dituangkan dalam BAP, BS sangat koperatif dalam memberikan keterangan, dan tentu masih dalam tahap pengembangan penyelidikan, Katanya.

Saat ditanya terkait laporan pemukulan yang mengakibatkan tangan kanan Bahara patah, kepala benjol, kaki bengak, perut sebelah kiri tertusuk dahan kayu, AKP Agustiawan mengatakan bahwa
“Bahara tidak perlu lagi membuat laporan sebab sudah ada laporan terdahulu atas nama Rikky Silaen (korban lainnya) . Jadi Bahara hanya memberikan penjelasan atas apa yang dialami Bahara yang diperlakukan oleh warga termasuk terhadap korban lainnya dari pihak PT TPL di TKP itu” jelas kasat

AKP Agustiawan juga menyampaikan tidak tertutup bahwa tersangka lain yang turut serta melakukan pemukulan terhadap korban dari TPL,
“sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus sekaligus memasukkan “CA” dalam daftar pencarian orang (DPO).

Saat ditanya adanya kendaraan yang mengangkut sejumlah masyarakat jenis minibus L300 BB 1460 EE dan diduga dari luar daerah Sihaporas, AKP Agustiawan mengatakan oleh bagian penyelidikan/juper kita dipersilahkan mengembangkan itu, dan boleh dimintai keterangan dari si pemilik minibus atau supir yang mengangkut warga itu kesana, “Bisa koq dimintai keterangannya demi penyelidikan tentu sebagai saksi saat kejadian “,Terangnya

Masalah penangkapan terhadap JA dan TA menurut AKP Agustiawan pasukannya sudah bekerja sesuai standart operasi (SOP), dan tidak benar menangkap dengan cara gerombolan, kami melakukan tugas ini secara profesional, katanya.

Sementara itu menurut informasi, bahwa pemilik minibus L300 BB 1460 EE berinisyal RS br Hutagaol warga Parsaoran Sibisa Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, pihak Polres Simalungun sudah melayangkan surat penggilan kepada yang bersangkutan, katanya. (Jessron sihotang).

Ket Foto:
Para korban kebringasaan warga saat kejadian di lahan konseai PT TPL di Sihaporas Bahara Sibuea (Humas), Agus Duse Damanik, Agus Suryadi, Hokkop Siahaan, Fidrus Simbolon= Ricky Silaen, Michael Panjaitan, Haposan Sitorus, Rizal Manurung dan Misgiato. (Jessihotang)