Hilang 2 Hari, Jasad Siswa SMPTK GKPPD Hanyut di Sungai Lae Kombih Ditemukan

584

Potret Indonesiaku.com.PAKPAK BHARAT||| Pencarian remaja laki-laki diduga hanyut di Sungai Lae Kombih, Desa Silima Kuta, Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat ahirnya membuahkan hasil.

Jasad Remaja berumur 13 tahun bernama Akkor Simbolon ditemukan meregang nyawa di bantaran Sungai Lae Kombih tepatnya di Hulu bendungan PLTA Kombih I.

Penemuan jasad korban ditemukan sejauh lebih kurang 400 meter dari titik tenggelam pada saat pertama kali terjadi di Dusun Santar Jehe, Desa Silima Kuta Kecamatan Tinada

Jasad korban ditemukan oleh Masyarakat Desa Silima kuta bernama Cales Sinamo yang juga Selaku sekdes Silima kuta bersama rekannya Risno manik dan Sinaga pada hari Kamis (28/02) sekitar pukul 07:00.

Saat menyisir sungai sembari mencari korban, Ahirnya Carles dan rekannya seketika melihat jasad korban muncul dan mengapung di sungai Lae Kombih tepatnya di hulu bendungan PLTA kombih I Desa Tinada. ia pun langsung berenang memindahkan jasad korban itu ke bantaran sungai dan membersihkan jasad setelah itu langsung dimasukkan ke Kantong Jenazah.

“Ketika muncul mengapung saya berenang ambil jasad korban itu,. Kita langsung evakuasi korban, itu gerak spontan saja.perasaan kami puas usai ketemu,” bebernya di kediamannnya pada pukul 10:28 Kamis (28/02)

Masyarakat , Welman Sinamo menambahkan pencarian ini bersinergi antara pihak BPBD Pakpak Bharat, Dinas Sosial Pakpak Bharat dan sejumlah pihak lainnya menyusuri Sungai lae Kombih.

Pencarian pun telah menyisir ke berbagai lokasi.

“Turun ke sungai dari lokasi kejadian, kemudian sempat bergerak menyusuri Bendungan PLTA kombih I meraba kedalam Bendungan, ahirnya hari ke tiga ditemukan tepat di hulu bendungan PLTA Kombih I” tambahnya.

Saat ditemukan, jasad korban kemudian langsung dibawa menuju ke rumah duka.

Sekretaris Desa Silima kuta, Carles Sinamo mengatakan bersyukur jasad korban yang berhari-hari hilang dapat ditemukan dan dikembalikan kepada keluarga.

“Syukurlah hari ke tiga sudah ditemukan di Sungai Lae Kombih. Semua pihak bahu membahu mencari. Tidak ada kata lelah dalam pencarian ini,” ujarnya saat ditemui usai prosesi pemakaman korban.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan berhati-hati beraktivitas di bantaran Sungai Lae kombih.

“Posisi sekarang musim hujan, tanah labil dan kemungkinan longsor ada. Jangan terlalu terlena tetap harus waspada,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban remaja Akkor simbolon diduga hanyut di sungai saat bermain dengan temannya pada selasa 26-02-2019 silam.

Selama tiga hari, warga dibantu pihak lainnya mencari keberadaan korban hanyut berusia 13 tahun hingga ditemukan pada kamis (28/02/2019) di Sungai Lae Kombih.
Reporter : Darianto Berutu

Editor : Zul