HAKI Komda Sumut Gelar Pameran Nasional dan Short Course

160

Potretindonesiaku.comMEDAN///Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Komisariat Daerah Sumatera Utara menggelar seminar, short course, dan pameran nasional 2018 di Grand Diamond Lantai 2 Grand Swiss Belhotel Medan, mulai dari Kamis hingga Minggu (19-22/7),

Pameran ini diadakan sebagai bukti konsistensi HAKI Komda Sumut dalam mendidik masyarakat Sumut agar lebih aware, lebih peduli pada persoalan konstruksi dan bangunan yang selama ini cenderung diabaikan.
“Padahal daerah kita ini rawan gempa loh, tetapi kok anehnya banyak pihak yang merasa belum perlu untuk terlalu perduli soal ilmu bangunan, ilmu konstruksi,” ujar Martono Anggusti, Ketua HAKI Komda Sumut Bidang Hubungan Luarnegeri, kepada sejumlah wartawan di Medan, Rabu (18/7).

Saat itu Martono Anggusti bersama sejumlah pengurus HAKI Komda Sumut seperti Daniel Rumbi Teruna (Ketua Komda), Wardi (Ketua Bidang Hubungan Industrial), Partogi Simanjuntak (Ketua Panitia Acara), dan Husni Malik Hasibuan (Sekretaris Panitia Acara).

Sambung Martono, HAKI Komda Sumut ingin mengajak dan mendidik masyarakat Sumut untuk sadar tentang pentingnya masalah konstruksi bangunan melalui seminar dan pameran yang mereka adakan hari Kamis ini.
Daniel Rumbi Teruna menyampaikan hal senada. Kata dia, HAKI Komda Sumut sangat serius dalam menggelar acara ini dan berharap ada dampak positif dan meluas dari acara yang akan mereka gelar tersebut.

“Saya dan sejumkah pakar akan menjadi pembicara di seminar ini. Misal, Prof Masyhur Irsyam dari Institut Teknologi Bandung dan selaku Ketua Tim Penyusun Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, akan berbicara tentang Peta Gempa Indonesia, termasuk di Sumatera Utara yang kini disebut dalam peta itu banyak memiliki sumber gempa baru,” ujar Daniel.
Kata Daniel, dalam seminar itu Masyhur Irsyam akan mengungkapkan daerah mana saja di Sumut yang masuk peta gempa baru dan dampaknya terhadap proses perancangan gedung tahan gempa.

Pihaknya juga mengundang Ir Muslinang Moestopo MSEM PhD, juga dari ITB, dan Dr Ir Wiryanto Dewobroto MT dari Universitas Pelita Harapan (UPH). “Keduanya akan berbicara topik yang sama namun dikupas sangat mendalam, yakni perkembangan perancangan struktur baja tahan gempa, berikut prospek dan tantangannya.

Pihaknya juga mengundang pakar dari Universiti sains Malaysia yakni Prof Badorul Hisham Abu Bakar PhD, Nathan Madutujuh selaku pendiri ESRC, Miswanto ST selaku Deputi Proyek Manager PT Hutama Karya.
“Pak Miswanto ST inlah yang menggunakanm metode lifting full span pada Jembatan Holtekam di Papua. Ini adalah jembatan pertama di Indonesia yang menggunakan friction pendulum system,” ujar Daniel.

Pihaknya juga mengundang pihak PT BASF untuk tampil sebagai pembicara, begitu juga dengan pihak PT Putra Baja Deli yang akan berbicara mengenai prosedur tes dan kriteria penerimaan baja tulangan sesuai SNI 2052-2017.
“Pameran yang kami adakan di Atrium Mall Cambridge terbuka untuk umum. Masyarakat boleh melihat proses testing pada fondasi. Masyarakat juga bisa melakukan konsultasi konstruksi bangunan kepada HAKI secara gratis dalam pameran tersebut,” ujar Daniel Rumbi Teruna.

Wardi selaku Ketua Bidang Hubungan Industrial memastikan bahwa acara yang mereka gelar terbuka untuk umum itu juga menyasar masyarakat dan pelaku usaha jasa konstruksi, para mahasiswa, akademisi, dan pemerintah setempat, terutama dinas yang terkait dengan bangunan dan konstruksi.///Syukur Sikumbang

Editor : Zul