Ditkrimum Poldasu dan Sat Res Pol.Batubara Ungkap kasus Pekerja Imigran Gelap di insident Kapal tenggelam, 8 Tsk diamankan 2 DPO,,

22

Potret Indonesia News.com MEDAN-Poldasu.
(13/01/2022).

Dengan penyidikan dan Investigasi yang akurat,Subdit IV/Renakta Dit Reskrimum Polda Sumut bersama Satuan Reskrim Polres Batu Bara menetapkan 8 tersangka kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengalami kecelakaan kapal tenggelam di perairan Malaysia.

Dketahui datanya Polisi memburu empat pelaku lagi yang berperan sebagai Nakhoda dan koordinator di Malaysia dalam mengorganisir proses pengiriman Pekerja Migran Indonesia ke negeri jiran.

“Terkait adanya musibah angkut PMI, sebanyak 8 orang telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan empat pelaku lagi masih masuk Dalam Pencarian Orang (DPO),” jelas Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja Sik ,didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Hadi Wahyudi Sik, Kasubdit IV/Renakta, AKBP Feriana Gultom dan Kasat Reskrim Polres Batu Bara, AKP Fery Kusnadi, SH
MH pada Kamis (13/1/2022) sore.

Pada pengungkapan kasus ini Dir Krimum menerangkan , musibah kapal pengangkut PMI itu tenggelam bermula pada 22 Desember 2021 sekira pukul 22.00 WIB. Sebanyak 124 PMI dan 6 Anak Buah Kapal (ABK) berangkat menggunakan kapal.

Didalam perjalanannya kapal tersebut mengalami kerusakan di perairan Sumatera Utara sehingga balik ke penambatan kapal di Kabupaten Batubara.

“Di situ (penambatan kapal) sudah disiapkan 2 kapal berukuran 14 dan 16 meter,” ungkap Mantan Wakapolrestabes ini.

Lanjut bergerak kembalo para PMI berangkat menggunakan 2 kapal tersebut, namun 16 di antaranya membatalkan keberangkatan. Mereka tiba di perairan Malaysia pada 24 Desember 2021 sekira pukul 07.00 WIB.

Sesuai keterangan yang didapat mereka kemudian menunggu jemputan dari koordinator di Malaysia, tapi tidak kunjung datang sampai pukul 19.00 WIB.
Karena itu, diputuskan untuk kembali ke Batu Bara hingga terjadinya musibah (kapal tenggelam) tersebut.

Kapal pengangkut PMI yang berukuran 16 meter tenggelam hingga menelan korban. Dari puluhan PMI, hanya 31 termasuk ABK yang selamat setelah ditolong kapal nelayan Tanjung Balai.

“Para PMI yang selamat kemudian dibawa ke Tanjung Balai,” Ucap Tatan.

Dalam peran aksinya kedelapan tersangka memiliki peran berbeda-beda dengan upah yang bervariasi, mulai dari Rp 3 juta hingga 5 juta sekali memberangkatkan PMI ke Malaysia.

“Pengakuan para tersangka bervariasi, ada yang baru sekali, lima kali dan beraninya berbeda-beda,” terangnya.

Pada pengungkapan kasus ini, kepolisian juga mengamankan barang bukti, di antaranya satu kapal besar pengangkut PMI yang rusak, kapal kecil rusak, dan mobil Avanza silver yang digunakan untuk mengangkut PMI ke tempat penampungan.

“Selain mengamankan barang bukti, kita juga sudah memasangi police line di dua lokasi penampungan,” pungkas Tatan.

Pada pernyataannya Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi Sik memaparkan, selain Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ancaman hukuman 15 tahun, polisi juga menerapkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Setelah para awak media mendengarkan keterangan
Para tersangka hal peran dan aksinya, Kabid humas menutup giat press releses dengan berpesan kepada masyarakat agar jangan mudah teriming-iming dengan ajakan dan rayuan bekerja diluar negeri dengan syarat yang gampang dan gaji yang menggiurkan tanpa kelengkapan Dokumen resmi dan badan usaha penyalur kerja yang jelas.( Dms / Tim)