Dibakar Api Cemburu,Putra Nakula Siram Pacarnya dengan Air Keras

31

PI NEWS.com MEDAN |||
Dibakar api cemburu membuat Putra Nakula (26) warga Jl. Sejati Gg. Imam Kel. Sarirejo Kec. M. Polonia mengambil pikiran sempit.

Putra Nakula tega menyiramkan air keras kepada SNR (15) gadis belia yang akhirnya berujung kematian pada,Minggu (26/9/2021) sekira pukul 00.15 Wib.

Informasi diperoleh Jurnalis aktualonline.co.id,bahwa Putra Nakula dan SNR yang merupakan gadis pujaan hatinya tersebut merupakan jiran tetangga karena rumah pelaku dan korban berdekatan.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan polisi dalam olah TKP yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Martua Manik SH menyimpulkan pelaku penyiram air keras terhadap korban ialah temannya (pacar) sendiri yakni Putra Nakula .

Dijelaskan Iptu Martua Manik SH,saat itu pelaku dan korban sedang dalam perjalanan menaiki sepeda motor Ninja.Usai berjalan keliling kota Medan,Pelaku membawa korban ke tempat sunyi di pekuburan China Jalan Stasiun ,disitulah pelaku menyiramkan air keras yang sudah disiapkannya dari rumah dengan sekantong plastik merah.

Pelaku Putra berpura-pura tidak tahu dan mengantarkan korban yang menjerit mengalami luka bakar ditubuhnya kerumahnya di Jl. Sejati gg. Imam No. 11 Lk VIII Kel. Sarirejo Kec. M. Polonia.

Orangtua korban melihat kondisi putrinya langsung melarikan ke RS.Mitra Sejati.Namun nyawa putrinya tak tertolong lagi dan meninggal dunia di RS.Mitra Sejati.

Orangtua korban Legiman (52) melaporkan kejadian itu ke Polsek Delitua.Dari Laporan Pelapor ,Polisi langsung melakukan olah TKP dan menyelidikinya sehingga diketahui bahwa pelakunya adalah temannya sendiri alias pacarnya karena cemburu.

Alhasil,Pelaku pun mengakui perbuatannya karena cemburu .

Pelaku Putra menyenangi Korban dan cemburu sehingga merencanakan melukai korban dengan menyiram soda api ketubuh sehingga menyebabkan korban meninggal di RS Mitra Sejati.

Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap SH membenarkan peristiwa tersebut,Pelaku sudah diamankan dan akan dihukum sesuai hukum yang berlaku.||| Damos Simatupang

 

 

Editor : Zul