” Diancam Kolektor ditarik mobilnya membawa OKP, Fasaaro Zalukhu Nasabah PT.JACCS MPM datangin Kantor mintak Penjelasan Pihak Leasing “

285

Potret indonesia news.com Medan (27/04/2021).

Masa era Pandemik saat ini sangat membuat perekonomian masyarakat mengalami penurunan hingga pemerintah mengadakan kebijakan yakni memberikan keringanan pemwbayarab cicilan hutang rakyat kepada pihak perbankan baik itu Pihak Leasing pendanaan Kredit dan Pihak Bank tertentu yang mendanai kredit rumah dimana Nasabah diberi keringanan dengan berbagai versi ada yang dengan mengurangi bunga ada juga mengadakan penangguhan pembayaran angsuran terhadap Nasabah yang diberikan pihak Bank kepada Nasabahnya.

Namun beda sekali dengan petugas Kolektor pihak leasing pendanaan Kredit Mobil yang bernama : PT.JACCS MPM yang berkantor komplek Muntatuli Medan dimana seorang Nasabah Kredit Mobil Merek Xenia BK 1876 KY yang sudah bernama : Fasaaro Zalukhu warga Percut sei tuan Tembung mendatangin kantor leasing PT.JACCS MPM pada Selasa (27/04/2021) sekitar pukul 11.30 wib guna mengadukan keluhannya selaku nasabah dikantor leasing kendaraan mobil tersebut dan hendak menjumpai salah seorang karyawan PT.JACCS MPM bagian Colector yang diketahui bernama : Madan yang berlaku kurang sopan bahkan Mengancam Si Nasabah melalui Ponsel.

Pada saat diLokasi kantor Nasabah bersama saudaranya merasa menjadi korban pengancaman colector ini bertemu dengan securty yang langsung menelepon pihak colector dan menunjukkan ruangan kepala colector yang bernama : Edon Sitio, kemudian Nasabah menceritakan keluhannya kepada bapak Edon Sitio yang diketahui nasabah adalah Pimpinan Colector di PT.JACCS MPM.

Kepada awak media nasabah menjelaskan bahwa dirinya menceritakan kepada Edon Sitio keluhannya sebagai Nasabah yang merasa diancam oleh petugas Colector PT.JACCS MPM bernama Madan dengan ancaman ” saya tak mau tau yang penting sudah sampai 21 hari kami tarik mobilmu dirumah mu kukerahkan orang (…) Menyebutkan nama salah satu OKP dimedan.” Ucap Fasaaro Zalukhu menirukan ucapan si Madan kepadanya.

Selanjutnya pihak Pimpinan colector Edon Sitio menerangkan kepada Nasabah hal sistim penarikan kepada Nasabah nya yang tidak sama seperti ancaman menarik mobil dirumah Nasabah pada hari Ke 21 Tunggak dengan menggunakan OKP seperti yang diucapkan si Colektor kepada Si Nasabah/ Customer.

” ya mohon maaf lah Bang Sudah kelewatan kek gitu dia (red-Madan) ” ucap Edon Sitio kepada Nasabah.

Lanjut Edon lagi,,
” Kalau secara aturan mana ada aturannya kayak gitu aturannya kan secara SOP ya kan abang jatuh tempo tanggal 25 , hari ketujuh kita ingatkan untuk konfirmasi dan setelah hari ketujuh itu yakni hari ke 14 kita ingatin lagi untuk konfirmasi penagihan setelah itu tujuh hari kemudian berarti sudah 21 hari kita keluarkan Surat peringatan setelah itu tujuh hari kemudian kita keluarkan Somasi itulah tahapannya Bang” Jelas Edon Sitio kepada nasabah diKantor Leasing tersebut.

Menanggapi kekesalan Nasabah yang merasa diancam oleh Madan selaku colector dimana Madan berhasa mengancam yang mengatakan.

” saya tidak mau tau yang penting kalau sudah 21 hari saya tarik mobil Abang saya menggerakkan sebut nama salah satu OKP ” untuk menarik mobil abang dirumah ” Bahasa Madan mengancam Si Nasabah padahal peraturan yang dijelaskan Bapak Edon Sitio selaku Pimpinan Colector bukanlah Demikian seperti yang dijelaskan Edon dengan terperinci kepada Si Nasabah diruanganya disaksikan oleh teman si nasabah yang bernama : Rika..

DiAkhir pembicaraan antara sinasabah dengan Pimpinan colector dan Petugas Colector bernama Madan ,sinasabah meninggalkan kantor Leasing pembiayaan kredit mobil MPM tersebut dengan penuh rasa kecewa karena tidak mendapat solusi dari Pimpinan colector atas sikap Anggota colektornya yang terkesan Arogan dan mengancam menarik mobilnya dengan membawa-bawa nama salah satu OKP dimedan.

“saya berharap supaya pihak perusahaan JACCS MPM menindak lanjuti keluhan saya sebagai Nasabah yang sudah tiga tahun membayar cicilan mobil saya dimana saya diancam oleh colector bernama Madan dimana madan berhasa membawa-bawa nama sebuah OKP untuk mengancam menarik mobil saya ini pak ” Jelas Fasaaro Zalukhu mengakhiri keterangannya kepada awak Media.

Dikonfirmasi oleh pihak Redaksi terkait insiden pengancaman seorang Petugas Colektor terhadap Nasabah, Edin Sitio menjelaskan dengan singkat sama seperti dijelaskannya kepada Nasabah Si Fasaaro Zalukhu.

Didalam rekaman pembicaraan Nasabah dengan Edin Sitio terkait bahasa arogan Nya.

“Ya…cemanalah mau dibilang ya itu kalau seperti itu bahasanya artinya tidak mewakili Aturan maen kan gitu dan kalau begitu bahasa Anggota saya ya dia artinya tidak mengikuti aturan maen kita artinya perbuatan pribadi jadinya” Jelas Edon mengakhiri Penjelasan nya kepada Fasaaro Zalukhu.

Dan diakhir perkataannya lewat WA Edon Sitio selaku Pimpinan Colector memohon maaf kepada Nasabah nya yakni Fasaaro Zalukhu.

[27/4 15.28]
“Abangda
Mohon maaf jika kurang berkenan akibat ucapan anggota saya.” Ucap Edon Sitio melalui WA.”Ucap Edin Sitio via WAnya ( FZ)