“Controversi pemulangan TKI ke Medan membawa Penomena Baru dimusim Corona “

310

PI-NEWS.COM Medan (11/4/2020).

Cerita Kedatangan ratusan TKI di Lanud Soewondo dari Malaysia ke Sumatera Utara (Sumut) di tengah pandemi Corona atau COVID-19 menimbulkan kontroversi diberbagai pihak.

Dimana kabarnya Para TKI itu rencananya dipulangkan ke daerah asal untuk diisolasi di daerah masing-masing, bukan diisolasi dulu baru dipulangkan.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Mayor Kes Whiko Irwan ( ka rumkit tingkat II) , mengatakan ada 524 orang TKI dari Malaysia yang masuk ke Sumut dari Bandara Kualanamu. Mereka terbagi dalam empat penerbangan sejak Kamis (9/4/2020).

Setibanya di Bandara Kualanamu, para TKI itu dibawa ke tempat menginap sementara di Cadika Lubuk Pakam dan Lanud Soewondo Medan. Mereka cuma menginap hingga dijemput dinas terkait dari daerah asal masing-masing.

“Dibawa ke Polonia. Mereka bermalam di situ, sambil menunggu jemputan dari Dinas Tenaga Kerja sama Dinas Kesehatan. Nanti diisolasinya di kabupaten mereka masing-masing. Tidak di sini,” kata Whiko Irwan.

Dia mengatakan para TKI yang tiba tersebut merupakan TKI ilegal. Whiko mengatakan para TKI itu juga bakal menjalani rapid test di daerah asal masing-masing.

“Sepengetahuan saya TKI ilegal ya,” ujarnya.

“Nanti di sana bisa rapid test. Hari pertama sampai hari kesepuluh. Selama 14 hari, nanti kalau udah clear berarti bisa kembali ke masyarakat,” sambung Whiko.

Namun demikian, Whiko mengatakan para TKI itu juga sudah melewati tes kesehatan awal. Hasilnya, kata Whiko, tak ada TKI yang memiliki gejala-gejala terkait corona. Mereka sehat,” ujarnya.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut lainnya, Aris Yudhariansyah, mengatakan ada mantan narapidana di antara para TKI yang pulang itu. Dia mengatakan pemulangan para TKI itu merupakan urusan Kedutaan Besar antar-negara.

“Itu antar-Kedubes. Tapi yang itu kan ada mantan tahanan, habis masa penahanannya dipulangkan,” ujar Aris.

Rencana isolasi TKI di daerah asal masing-masing itu kemudian mendapat kritik dari Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi. Dia menilai harusnya para TKI itu dikarantina lebih dulu selama 14 hari baru dipulangkan ke daerah asal, bukan dipulangkan dulu baru diisolasi.

“Itu nggak prosedural kalau begitu, mestinya mereka 14 hari mereka dikurung dulu. Dijaga ketat. Lalu, setelah mereka dinyatakan aman, baru dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Ini kan ranah Pemerintah Provinsi,” kata Salman, Jumat (10/4/2020).

Dia menilai Pemprov Sumut belum memiliki prosedur baku dalam penanganan orang yang datang dari luar negeri atau daerah lain saat pandemi Corona. Dia mengatakan pemerintah harusnya tegas agar warga dari daerah lain juga berpikir ulang datang ke Sumut demi mencegah penyebaran Corona

Salman kemudian memberi contoh soal kedatangan warga Tapanuli Tengah (Tapteng) yang baru pulang dari Malaysia. Menurutnya, warga tersebut sempat berobat ke dukun saat sakit sebelum akhirnya menjadi PDP corona dan meninggal beberapa hari lalu.

“Kemarin itu kan ada kasus, warga dari Tapteng. TKI kan dari Malaysia. Pulang ke kampung, demam, flu segala macam. Dia nggak tahu kalau itu COVID-19, akhirnya berobat ke dukun. Setelah berobat ke dukun akhirnya menularkan ke orang tuanya. Rentan kan. Meninggal beberapa hari yang lalu,” jelasnya.

Politikus PKS ini pun meminta Pemprov Sumut menyediakan tempat isolasi bagi warga yang datang dari luar Sumut. Dia meminta hal serupa dilakukan oleh kabupaten dan kota yang ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Corona.

#Ardiansyah nasution#