‘Bupati Tobasa,Kapolres dan Dirut BPODT ajak warga Kawasan kaldera Toba bermusyawarah guna Kemajuan Wisata Danau Toba Yang Berdampak Baik Bagi Warga “

255

PI-News.Com Tobasa (15/9).

Menanggapi adanya Aksi Bugil oleh warga guna menghadang alat berat saat dilaksanakannya pembukaaan jalan di kawasan kaldera Toba menuju Desa Sigapiton, Bupati Tobasa Darwin Siagian didampingi Kapolres Tobasa Akbp.Agus Waluyo dan Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengajak warga dilokasi kawasan kaldera Toba untuk duduk bersama dan kembali bermusyawarah, yang rencananya akan dilaksanakan di Kantor Camat Lumbanjulu, Kabupaten Tobasa, pada Besok hari Minggu (15/9/2019).

“Adapun besok hari Pertemuan tersebut akan dijadwal pada jam 16.00 Wib, dan kita akan mengundang para perwakilan dari Tiga Desa yang berkaitan dengan pembangunan lanjutan itu, diantaranya Desa Pardamean Sibisa, Desa Sigapiton dan Desa Motung” Jelas Kabid Informasi Pemkab Tobasa Jhonson Sirait Kepada Awak Media PI-NEWS.COM Sabtu (14/9) Guna kepastian adanya rencana musyawarah warga tersebut.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menunggu hasil mufakat dengan warga saat pertemuan nanti, maka semua aktifitas alat berat dan proses pekerjaan lainnya sudah dihentikan oleh Bupati bersama Kapolres Tobasa Akbp.Agus Waluyo, Jumat (13/9) dengan harapan ada babak baru yang dapat memberikan solusi demi pembangunan kawasan Danau Toba melalui BPODT itu,ungkapnya.

Sebenarnya, sejak tahun 2016 lalu sosialisasi yang memakan waktu panjang ini sudah dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo bersama Timnya terkait rencana pembangunan secara menyeluruh dan pembukaan jalur utama area The Kaldera Toba Nomadic Escape dengan suguhan amenitas wisata kembara (nomadic tourism) sesuai dengan program Pemerintah Pusat di Lahan Zona Otorita Pariwisata Danau Toba, Desa Pardamean Sibisa, Desa Sigapiton dan Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

Namun demikian tak disangka, entah ‘ide’ siapa dibalik aksi semi bugil kaum beradat dari Omak-Omak (para ibu) yang sebahagian sudah Oppung-oppung (nenek-nenek) berani melapas pakaiannya hanya demi menghalau alat berat guna mepertahankan tanah dan lokasi pertaniannya yang sudah menahun di ‘usahai’ itu.

Mereka berteriak lantang mengahadang alat berat saat membuka jalan dari kawasan Kaldera menuju Dusun Sileang-leang Desa Sigapiton, Puluhan warga yang mengaku keturunan Raja Ompu Ondol Butarbutar mengahadang rencana pembangunan pengembangan jalan Pariwisata Nasional Kaldera Toba di Dusun Sileang-leang Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata Kabupaten Tobasa, Rabu (11/9/2019) lalu, dan menurut informasi, selain warga Sigapiton, ada juga pihak lain yang bukan warga Sigapiton ‘terikut’ dalam aksi yang mengebohkan ‘warga Batak’ itu.

“Maka pada prinsipnya dalam pertemuan nanti di Kantor camat Lumbanjulu,Kita akan mengundang tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan masyarakat dari tiga desa yakni desa Sigapiton, Pardamean Sibisa dan desa Motung yang berdekatan dengan Kaldera Danau Toba, dan saya berharap agar dalam pertemuan tersebut dapat menempuh kesepakatan sehingga program pemerintah dalam rangka pembangunan Otorita Danau Toba berjalan sesuai dengan harapan kita” Jelas Darwin Siagian sebagai Bupati Tobasa dengan penuh harap.

Dalam kesempatan itu Kapolres Tobasa Akbp.Agus Waluyo kepada awak media menyampaikan, pihaknya mengapresiasi masyarakat Desa Sigapiton dan Desa Pardamean yangtelah setuju untuk hadir dalam pertemuan pada hari Minggu sore untuk duduk bersama mengambil kesepakatan bagaiamana kelanjutan pembangunan jalan Kaldera Toba di Sigapiton.

Kapolres yang menggunakan ikat kepala stola ulos Batak itu juga mengatakan, “Bahwq pada umumnya masyarakat Desa Sigapiton dan Pardamean mendukung program pemerintah terlebih dengan program pembangunan melalui BODT, hanya saja perlu pendekatan yang lebih spesifik lagi kepada masyarakat yang dikenal dengan adat dan beradab itu, jadi kita akan coba melakukan mediasi dengan harapan supaya masyarakat mendukung kehadiran BPODT, kita optimis bahwa hasil kesepakatan akan mendukung program pemerintah.” Pungkas Perwira berpangkat dua Melati emas ini.

Menjawab wartawan, Direktur BPODT Arie Prasetyo menyampaikan bahwa kehadiran BPODT kedepan dengan pembangunan fasilitas kepariwisataan sangat berdampak ke perekonomian masyarakat sekitar.
“kami sudah mempersiapkannya dengan pembangunan SDM yang akan mengisi pekerjaan itu kelak, buktinya Putra Daerah yang berasal dari daerah ini sudah kami bantu menyekolahkannya diluar daerah, dan kelak setelah mereka lulus, seiring dengan waktu pembangunan anak-anak kita itu akan bekerja di sini”, Terangnya.

Dalam hal ini Arie Berharap
“Kiranya masyarakat mendukung pembangunan BPODT karena pasti akan menampung tenaga kerja dari masyarakat sekitar, akan ada menyediakan fasilitas seperti kios tempat berjualan, bercocok tanam yang tentunya akan dapat dimanfaatkan warga untuk meningkatkan ekonomi dari segi kunjungan wistawan dan kebutuhan hotel disekitar tiga Desa tersebut dan sekitarnya, jadi pada hari Minggu dalam pertemuan kita kembali bersama warga kita itu diharapkan menghasilkan kesepakatan yang lebih baik demi peninngkatan Incomeperkapita penduduk kita yang dikawasan ini.’Jelas Arie mengakhiri keterangannya. (J3S)

Ket .Photo:
Bupati Tobasa Darwin Siagian, Kapolres Tobasa Akbp.Agus Waluyo dan Dirut BPODT Arie Prasetyo saat memberikan keterangan kepada awak media.