” BM Pemilik 2 Ekor Anjing Yang menggigit JD Bayi usia 1,7 tahun dilaporkan Ayah korban Jan E.Purba ke Polisi “

195

:

Polrestabes Medan  Potret Indonesia News.com (27/10/19).
Jan Efril Purba (25) warga jalan Amal Kel.Sei Sikambing D kec.Medan Petisah Mendatangin SPKT POLRESTABES MEDAN Hari Sabti (26/10/19) sekira jam Jam 13.00 wib Pasalnya anaknya, Jan Deril Purba  yang masih balita 1,7 tahun diserang 2 ekor anjing Pitbull dan Bulldog yang diketahui dari Pelapor adalah milik tetangga yang berkelang satu dari rumah Orang tuanya di Perumahan Raya Catel Nomor.71 bernama : Bistok Malau,hingga anaknya Jan Deril Pohan (1,7 tahun) berdarah-darah pada betis kakinya sebelah kiri dan ada bekas cakaran Anjing pada kaki sebelah Kanannya pada hari selasa  (24/09/2019).
Jan Efril Purba (28) yang pada saat kejadian sedang berkunjung bersama istri dan anaknya (korban Gigitan Anjing) diJalan Tanjung Sari Komplek Raya Castel no.71 , kel.Tanjung Sari,kec.Medan Selayang kesal bukan kepalang yang mana Pihak Pemilik Anjing Terkesan Tidak Memperdulikan Keluhan dan Efek Virus Rabies dari Gigitan Kedua ekor Anjing tersebut.
Menurut keterangan ayah dan ibu sikorban , kejadian bermula saat korban bersama kedua orang tuanya berkunjung selasa (24/10/19) kerumah neneknya yang hanya berjarak 1 rumah dari rumah pemilik Anjing ,Saat kejadian tersebut korban bersama tantenya bermain-main dihalaman rumah. Tiba-tiba masuk kehalaman Rumah  2 ekor anjing Jenis Pitbull dan Buldog langsung menyerang dan menerkam korban Satu ekor anjing menyerang kaki kiri korban dan satu ekor anjing menyerang dan menggigit bahu korban.
Mendengar jeritan tangis ketakutan anaknya, orangtua korban langsung keluar rumah untuk menyelamatkan anaknya. Kemudian, anjing Pitbull melakukan perlawanan. Keduanya saling tarik menarik karena gigitan anjing tersebut lengket dan menyeret anaknya Beruntung, setelah 2 menit-an, pemilik anjing datang dan gigitan anjing tersebut dapat terlepas.
Akibatnya, kejadian tersebut, kaki korban berdarah-darah. Betis Kaki kiri koyak dalam hingga 3 jahitan dan luka cakar kaki kanan. Bersama pemilik anjing, dalam keadaan berdarah-darah orangtua korban pun membawa korban ke Rumah Sakit Tere Margaret di Jalan Ringroad.
Rabu (25/9/2019), kami ke Puskesmas Petisah mencari vaksin rabies, namun oleh dokter, disarankan untuk tidak menyuntik vaksin rabies karena efek obat tidak baik jika belum pasti adanya virus rabies ditubuh anak saya. Jadi selama 2 Minggu saya disuruh melihat anjingnya hidup atau mati,” ujar orang tua korban, Jan Efril Purba terlihat cemas.
Efril menambahkan, setelah beberapa hari, datang panggilan Kepling dan Panggilan dari PKPA (Pusat Kajian Perlindungam Anak) untuk dilakukan musyawarah terkait kejadian yang menimpa anaknya namun begitupun pemilik anjing tidak menepatinya.
“Lalu Jumat (4/10/2019) pemilik anjing memberikan uang Rp 500 ribu untuk puding dan biaya susu tanpa ada niat untuk melakukan pengobatan lanjut dan perdamaian atas insident ini . Setelah itu, beberapa kali panggilan dari pihak Kelurahan pemilik anjing tidak juga menepati janji, terus menghindar. Saya hanya meminta pertanggung jawaban dari pemilik anjing dengan virus rabies yang takutnya menyerang anak saya kelak sangat berbahaya ,” pintanya.
Namun dikarenakan tidak ada niat baik pemilik anjing, akhirnya orangtua korban pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Sunggal. Namun anehnya, oleh petugas Polsek Sunggal mengatakan bahwa hanya ada  pasal  490 ayat 2 yang dapat menjerat sipemilik anjing tersebut.
“Karena saya memaksa melapor, akhirnya dibuat gelar perkara dipolsek sunggal, dan didapati pasal ringan yakni 490 ayat 2 yang hanya mendendanya. Padahal Saya hanya minta pertanggung jawaban pemilik anjing saja yakni untuk membawa anak saya ke Dokter Spesialis Anak, unt un disuntik Vaksin Rabies seperti yang disarankan Pihak rumah Sakit Sara agar sianak di suntik Vaksin Rabies guna Mencegah efek Virus Rabies dari gigitan Anjing Tersebut “Jelas Ayah Korban kepada awak Media.
Lanjut Jan purba lagi,
“Saya harap ia mau bertanggung jawab dengan nasib anak saya yang sudah mengalami musibah ini Pak,” harap Jan Purba  mengakhiri Keluhanya.
Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi Sik saat dikonfirmasi  awak media PI-NEWS hal kasus ini menyatakan “laporan sudah ditanggapi dan tindak lanjuti, proses hukum untuk penindakan dapat dilakukan di PPNS Satpol PP”Jelasnya
Saat akan  membuat laporan ke SPKT Polrestabes Medan ayah korban menjumpau Kanit SPKT Iptu.Pasaribu , kemudian pihak korban  mendapat keterangan dari Penyidik Piket bahwa belum ada Maklumat Gubernur tentang Hewan peliharaan maka disarankan oleh petugas serta kerabat untuk melakukan upaya hukum mendaftarkan gugatan pengaduan secara perdata di pengadilan untuk meminta pertanggung jawaban atas musibah yang dialami nya.
Kemudian pada hari Minggu (27/10/19) sekira jam 17.50 wib Jan April Purba ayah si korban bersama ibu korban membuat laporan polisi ke SPKT Polsek Sunggal dan diterima oleh KASPKT Ipda T.Sagala dengan nomor STTLP/753/K/X/2019/SPKT/POLSEK SUNGGAL.
“saya berterimakasih kepada Kapolsek Sunggal dan berharap Laporan ini ditindak lanjuti pihak Polsek agar Hukum dan keadilan ditegakkan “Harap Jan April Purba dengan Penuh percaya Diri.
(Red/Tim).
Ket Photo : Korban Jd dan Ayah serta ibunya di Ruangan SPKT POLSEK SUNGGAL MEDAN.