Bayi tak diberi Asi karena Ibunya Di Sel,Belasan Advokat (KAUM ) datangin SPKT Percut Sei Tuan, AKP. JAN Piter ” Diberitakan aja yang sesuai fakta Terimakasih,,,

127

Potret Indonesia  News.com Percut Sei Tuan (13/09/2021).

Kasus penangkapan Seorang Ibu  yang masih menyusui Bayinya  berbuntut  panjang di Polsek Percut sei tuan pasalnya hari ini Senin ( 13/09/2021)
tampak belasan Advokat yang tergabung di Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), menyinggahi SPKT  Polsek Percut Seituan guna mendapatkan penjelasan.

Dimana kehadiran belasan Advokat tersebut ingin melakukan penangguhan kasus penganiayaan yang dilakukan Deasy Natalia Sinulingga (32Thn) disebabkan terduga tersangka masih memiliki tiga anak yang masih balita dan menyusui dan sangat butuh perhatian ibu kandungnya.

Kehadiran Para Advokat tersebut bersama dengan  Noviritani Lumban Tobing (56), yang adalah ibu kandung Deasy dan ketiga anaknya masih balita mendatangi Polsek Percut Sei Tuan dengan maksud dan tujuan untuk menyerahkan bayi yang  berusia 2 bulan tersebut kepada ibunya yang berada dipenjara. disebabkan selama beberapa hari ini bayi tersebut  tidak mendapatkan ASI sehingga tubuhnya lemas dan mulai membiru.

Dimana diketahui sebelumnya dari keterangan Ibu tersangka bahwa Minggu (12/9/21) Noviritani mengendong cucunya datang ke Polsek Percut Sei Tuan meminta tolong agar bayinya dapat disusui ibunya dipenjara. Namun, dirinya disuruh pulang dianggap gila oleh petugas kepolisian.

Saya semalam sudah kesini, karena cucu saya ini badannya udah lemas sampai muntah-muntah, akibat tidak dapat asi ibunya, tapi disuruh pulang dibilang gila, kalau saya gila mana mungkin bisa sampai kesini,” Jelas Nenek ini  sambil meneteskan air mata

Pada wawancara yang diVideokan oleh awak media diteras Mako Polsek Percut Sei tuan , selaku kuasa hukum, KAUM  melalui Ketua KAUM, Mahmud Irsyad Lubis, SH mengatakan kepada Awak media saat berada di Polsek Percut Seituan, kedatangan Kaum untuk menyerahkan anak bayinya kepada Deasy yang masih menyusui berusia 2 bulan.

“Deasy ini ditangkap atas laporan penganiayaan, kita juga akan melakukan praperadilan ke Kapolsek Percut Seituan, melihat Deasy memiliki 3 anak masih balita dan salah satunya bayi berumur 2 bulan dan ibunya sendiri sudah tua baru keluar dari rumah sakit, kami meminta HAM kepada Kapolsek Percut Seituan. Kalau tidak diberikan asi anak ini bakalan kenapa-kenapa kedepannya, ” ucap Mahmud Irsyad Lubis, SH didampingi belasan  anggota Pengacara yang tergabung dalam  KAUM.

Senpat terjadi Argumentasi yang  memanas, Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu akhirnya menyetujui agar dilakukan penangguhan kepada Deasy dengan jaminan ibu kandungnya sendiri.

“Alhamdulillah, sekarang ini sesuai harapan kita, Polisi membuka mata, biar tidak terjadi pelanggaran HAM di kantor Polisi, karena anak-anak ini sangat butuh peran ibunya,” Terang  Mahmud Irsyad Lubis.SH.

Kapolsek Percut sei tuan saat  dikomfirnasi adanya Cerita Video wawancara berdurasi  2 :  51 detik Hal seorang Ibu yang menyusui  tidak diizinkan memberikan ASI kepada anaknya oleh petugas dan menimbulkan insident belasan Pengacara bersama Ibu kandung Deasy membawa bayinya ke Spkt Polsek P.Sei Tuan pada hari ini .

Kapolsek menjawab ,,”Diberitakan aja yang sesuai fakta
Terimakasih,,” Jawab Janpiter kepada PI-News.com lewat WA ,

Kembali ditanyakan awak media adanya  diketahui  dari wawancara Wartawan dengan Pengacars perihal  3  LP  yang di laporkan Deasy Natalia Sinulingga terhadap Suami ,adek ipar dan Mertuanya yang belum juga berujung pangkal,,

Kapolsek Percut Sei tuan belum berkenan menjawab nya .( Red/ Tim).