Bawa sabu 0,5 kg diCelana Dalam , Zulkarnain Nginap di Sel Polsek Patumbak,,

151

Potret Indonesia news.com Polsek Polsek Patumbak.(10/08/2020).

Unit Reskrim Polsek Patumbak menangkap  seorang Pria dewasa bernama Zulkarnain (32) diLoket BUS ALS jalan SM.raja Medan ,Sabtu (08/08/2020).dimana  Zulkarnain  ditangkap saat tiba dari Aceh melalui Bus dan hendak berangkat ke Bandar Lampung namun kedapatan petugas menyimpan sabu hampir 0,5 Kg di celana dalam.

Adapun penangkapan terhadap warga Jalan Payam Desa Alupuno Kabupaten Bireun, bermula dari informasi masyarakat ada penumpang bus yang membawa narkoba. “Ada penumpang dari Aceh yang kita curigai,” kata Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Purba, Senin (10/8/20).

Kemudian setelah menerima infomarsi itu, petugas melakukan penyelidikan dengan mendatangi loket bus tersebut. “Kita melihat gerak-gerik tersangka,” ucapnya. Kemudian, polisi melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang akan pergi ke Provinsi Bandar Lampung tersebut.

“Anggota melakukan penggeledahan terhadap barang yang dibawa pelaku,” , dijelaskan Kanit bahwa awalnya pihaknya sempat kesulitan mendapatkan barang haram tersebut. Tapi, karena kelihaian polisi, akhirnya, sabu seberat 480,5 gram yang dikemas dalam 6 bukus plastik ditemukan dari celana dalam Zulkarnaen.

“Tersangka mencoba mengklabui polisi dengan cara menyimpan sabu itu di celana dalam yang dipakainya,” pengakuan si tsk kepada  penyidik, tersangka mengaku hendak mengantarkan sabu tersebut kepada pemesannya di bandar Lampung.

Namun, tersangka mengaku tidak tahu siapa pemesan barang haram tersebut, karena hanya dipandu melalui telepon seluler oleh pemiliknya. “Tersangka mengaku tidak tahu siapa pemesan sabu itu.Pelaku mengaku hanya diarahkan melalui HP,”

Lanjut Philip lagi,,,  dan tersangka diganjar Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.”pungkas Kanit.

Saat diperiksa oleh penyidik, Zulkarnaen mengaku mendapat upah sebesar Rp10 juta bila berhasil mengantar sabu itu. “Tersangka mengaku diupah Rp10 juta jika berhasil mengantarkan sabu tersebut kepada pemesannya di Lampung,” tuturnya.

Pihak Polsek  belum bisa memastikan tersangka spesialis kurir atau memang baru pertama kali melakukan aksinya. Sebab, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka untuk mengungkap jaringannya. “Masih kita dalami,” jelas Kanit Reskrim Iptu.Philip mengakhiri keterangannya.(red)