“18 orang pelaku kerusuhan Anarkis Madina di Ringkus Poldasu,1 pelakunya Perempuan

136

Potret Indonesia news.com Polda Sumut (08/08/2020).

Dalang dan para pelaku pengrusakan mobil dinas wakapolres Madina telah terungkap hal ini disampaikan langsung olah  Kapolda Sumatera Utara  yang langsung pimpin press release pengungkapan kasus kerusuhan berujung Anarkis di Kabupaten Madina.

Pada press ini release on  turut dihadiri Kapolda Sumut Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin M.Si di dampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Dr. Dadang Hartanto SH, SIK, M.Si, Karo Ops, Dir Krimum dan Kabid Humas Polda Sumut berlangsung di depan Gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut. Rabu (08/07/2020) pukul 11.00 wib.

Kepada  awak Kapoldasu menyampaikan, Polda Sumut berhasil mengamankan 18 orang diduga pelaku penyebab kerusuhan di Madina dimana salah satu di antaranya seorang perempuan.

Diketahui dari 18 tersangka ada yang berperan  sebagai provokator massa untuk mengumpulkan dan membakar amarah massa dan melakukan aksi penutupan jalan, ada juga yg berperan sebagai pelempar batu ke polisi dan membakar mobil wakaPolres Madina saat itu..

Pada saat diamankan dari tangan para tersangka diamankan  barang bukti yakni  1 buah mobil Wakapolres dan Mobil warga dengan Nopol BB 1878 LR yg keduanya dalam keadaan rusak terbakar kemudian 1 buah sepeda motor metic dalam keadaan rusak terbakar dan bongkahan batu dari TKP yang di gunakan untuk melempari petugas yang melakukan pengamanan.

Kapolda Sumut menjelaskan bahwa  aksi keributan ini tidak hanya di lakukan oleh masyarakat namun juga mahasiswa dari luar desa mompang julu juga ikut ribut. Mereka meminta dana desa sebesar 30 % sehingga meminta kepala desa untuk menyerahkan kepada pendemo dari dana BLT.

“Ada 6 anggota Polri yg terluka dan kendaraan dinas Wakapolres yg terbakar. Sampai saat ini situasi di desa mompang julu sudah kembali aman dan kondusif dan Polda Sumut akan terus bertindak profesional untuk mencari dalang – dalang yang masih dalam pengejaran kita“ Pungkas Kapoldasu Irjen Martuani Sormin.

Adapun Motif keributan yaitu mereka meminta jatah 30% dari dana BLT dan belum di temukan adanya aktor lain di balik ini.

Tidak ada yg boleh meminta hak atas BLT yang di berikan pemerintah dan di sini Polda Sumut dan Polres Madina sudah selidiki tidak ada kesalahan dari Kades Karena dana BLT yg di berikan sudah sesuai,  “Ungkap Irjend Martuani mengakhiri keterangannya.

(Red / Humas ).